Home / Pemerintah

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:29 WIB

Mukim Diperkuat, 97 Imum Mukim Terima Kendaraan Operasional

mm Amir Sagita

Bupati dan Wabup Pidie, Sarjani Abdullah-Alzaizi saat menyerahkan kenderaan operasional kepada sejumlah Imum Mukim di kantor bupati setempat, Rabu (19/8/2026) (Foto.IST).

Bupati dan Wabup Pidie, Sarjani Abdullah-Alzaizi saat menyerahkan kenderaan operasional kepada sejumlah Imum Mukim di kantor bupati setempat, Rabu (19/8/2026) (Foto.IST).

 

Pemkab Pidie menegaskan kembali posisi mukim sebagai lembaga pemerintahan sekaligus adat. Dukungan operasional diberikan untuk memperkuat pelayanan dan pembinaan masyarakat.

Sigli – Pemerintah Kabupaten Pidie kembali menempatkan mukim sebagai bagian penting dalam tata kelola masyarakat Aceh. Penguatan itu tidak hanya disampaikan dalam forum rapat koordinasi, tetapi juga diwujudkan melalui dukungan operasional bagi para Imum Mukim.

Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah membuka rapat koordinasi mukim Se-Kabupaten Pidie di Oproom Kantor Bupati Pidie, Rabu, (19/8/2026). Forum tersebut mempertemukan pemerintah daerah dengan para Imum Mukim untuk membahas penguatan peran lembaga mukim dalam pemerintahan, adat, serta kehidupan sosial masyarakat.

Sarjani mengatakan mukim memiliki posisi strategis dalam menjaga keharmonisan dan ketertiban masyarakat. Para Imum Mukim, menurut dia, tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam pembinaan masyarakat dan penyelesaian persoalan melalui mekanisme adat.

Baca Juga :  Bupati Tarmizi Tekankan Disiplin Anggaran dan Pembangunan Prioritas di Tengah Keterbatasan Keuangan

“Pemerintah Kabupaten Pidie memberikan perhatian terhadap penguatan kelembagaan mukim,” kata Sarjani dalam kegiatan tersebut.

Dukungan itu diwujudkan melalui bantuan operasional mukim di luar honorarium. Pemerintah Kabupaten Pidie juga menyerahkan 97 unit kendaraan operasional Honda Vario 160 CBS kepada para Imum Mukim se-Kabupaten Pidie.

Penyerahan kendaraan berlangsung di halaman tengah Kantor Bupati Pidie. Sarjani bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong menyerahkan kendaraan secara simbolis kepada sejumlah perwakilan Imum Mukim.

Kendaraan tersebut diharapkan menunjang mobilitas para Imum Mukim dalam menjalankan tugas, terutama pelayanan, koordinasi, pembinaan, dan pengawasan masyarakat di wilayah masing-masing.

Wakil Bupati Pidie Alzaizi mengatakan dukungan terhadap mukim merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kekhususan Aceh. Menurut dia, keberadaan lembaga adat tidak semestinya berhenti sebagai simbol, tetapi harus memiliki peran nyata dalam kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  Ikuti Retret Akmil Magelang, Bupati Pidie Jaya Siapkan Langkah Strategis untuk Kemajuan Daerah

Ia mengatakan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Pidie juga harus diterjemahkan sampai ke tingkat gampong dan sekolah. Salah satu program yang disebutnya adalah Satu Hari Satu Ayat.

Karena itu, Alzaizi meminta para Imum Mukim ikut mengambil bagian dalam pembinaan dan pengawasan agar program pemerintah tidak berhenti pada tataran kebijakan.
“Bupati Pidie sangat serius dalam menjaga dan memperlihatkan kekhususan Aceh, termasuk memperkuat keberadaan dan peran lembaga adat serta mukim,” ujar Alzaizi.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Pidie Anwar Sastra Putra, S.H., Kasdim 0102/Pidie Mayor Cpl Hendri Anto, perwakilan Kapolres Pidie T. Iskandar, S.H., perwakilan Kepala Kejaksaan Negeri Pidie Bagus Agung Santoto, S.H., Ketua MPU Kabupaten Pidie Tgk. H. Ismi A. Jalil, Kepala DPMG Pidie Wahidin, S.STP., M.Si., para camat, serta seluruh Imum Mukim dan unsur terkait lainnya.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Besar Apresiasi Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih

Sarjani meminta kendaraan yang telah diberikan digunakan sesuai kebutuhan tugas dan dirawat dengan baik. Ia juga mengharapkan para Imum Mukim mendukung program prioritas pemerintah daerah sehingga kebijakan pembangunan dapat berjalan hingga ke tingkat masyarakat.

Bagi pemerintah daerah, pengadaan kendaraan operasional itu bukan sekadar penambahan fasilitas. Dukungan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali fungsi mukim sebagai simpul pemerintahan dan adat yang berhadapan langsung dengan persoalan masyarakat.

Tantangannya kini adalah memastikan fasilitas tersebut benar-benar memperkuat pelayanan publik dan fungsi kelembagaan mukim, bukan berhenti sebagai seremoni penyerahan aset pemerintah.

Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Dukung Program Bupati, DLH Aceh Besar dan Kecamatan Darussalam Bersinergi Membersihkan Sampah Ilegal

Pemerintah

Pemerintah Aceh Apresiasi Dukungan MES bagi Suksesnya Gelaran PON XXI

Internasional

Setelah dari Aceh, Presiden Prabowo Kunjungi Pakistan Bahas Isu Iklim

Aceh Besar

Wakili Bupati, Asisten I Sekdakab Aceh Besar Ikut Zoom Meeting Dengan Kemendagri dan Komisi II DPR RI

Pemerintah

Melalui DPMGP4 Pemkab Nagan Raya Kembali Terima Penghargaan

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Ajak Ayah Mengantar Anak Sekolah Serentak di Hari Pertama Masuk Sekolah

Pemerintah

Dirut PLN Darmawan Prasodjo Kembali Dinobatkan Jadi CEO Of The Year

Aceh Barat

Pj Gubernur Lantik Azwardi Sebagai Pj Bupati Aceh Barat