Home / Opini / Pendidikan

Jumat, 6 Juni 2025 - 18:00 WIB

Pantaskah Aku Menyandang Gelar “Guru”?

mm Redaksi

Penulis : Kas Pani

“Mengajar adalah ibadah. Guru yang baik tak hanya memberi ilmu, tapi juga meninggalkan kesan dalam hati murid-muridnya.”
———————-

Guru sebuah sebutan sederhana, tapi punya makna yang dalam. Banyak orang bercita-cita menjadi guru, tapi tak semua pernah bertanya,”Pantaskah aku menyandang gelar ini?”

Menjadi guru bukan sekadar soal mengajar di depan kelas atau mentransfer ilmu. Guru adalah teladan, pendidik karakter, dan bahkan seringkali menjadi “orang tua kedua” bagi murid-muridnya. Lalu, apa yang membuat seseorang pantas disebut guru?

Baca Juga :  Sertijab Kepala Dinas Pendidikan Aceh Penuh Keakraban

Guru Bukan Hanya Mengajar, Tapi Juga Mendidik.

Mengajar itu mudah memberi materi, menjelaskan, lalu memberi nilai. Tapi mendidik? Itu butuh kesabaran, ketulusan, dan komitmen. Seorang guru sejati tak hanya peduli pada nilai akademik, tapi juga pada perkembangan sikap dan kepribadian muridnya.

Guru Adalah Pembelajar Seumur Hidup

Jika kamu berhenti belajar, pantaskah disebut guru? Guru yang baik tak pernah berpuas diri dengan ilmu yang dimiliki. Ia terus memperbarui pengetahuannya, menyesuaikan metode mengajar, dan bahkan tak malu belajar dari muridnya.

Baca Juga :  Ratusan Murid SD Belajar di Meunasah, Tagore Minta Kadisdik Bener Meriah Dicopot

Guru Harus Siap Jadi Contoh

Murid tak hanya mendengar kata-kata guru, tapi juga mengamati perilakunya. Jika guru mengajarkan kejujuran tapi nyontek saat ujian, apa jadinya? Sebelum menuntut murid berperilaku baik, guru harus lebih dulu menjadi teladan.

Guru Bukan Pekerjaan, Tapi Panggilan Jiwa

Gaji guru mungkin tak sebesar profesi lain, tapi gaji bukan alasan utama seorang guru bertahan. Ada kepuasan batin saat melihat muridnya tumbuh, memahami pelajaran, atau sekadar mengucapkan, “Terima kasih, Pak/Bu Guru.”

Baca Juga :  Ketika Kapal Boat Bergoyang

Jika motivasinya hanya materi, mungkin gelar “guru” belum pantas disandang.

“Lalu, Pantaskah Aku jadi guru?“

Jika kamu masih ragu, tanyakan lagi pada dirimu, Apakah aku mengajar dengan hati atau sekadar rutinitas?

Apakah aku peduli pada masa depan muridku, atau hanya menyelesaikan kurikulum? Sudahkah aku menjadi sosok yang bisa diteladani?

Share :

Baca Juga

Daerah

Guru Paud di Pidie Jaya Dibekali Ilmu Literasi dan Numerasi

Kesehatan

Para Kepala Sekolah Sampaikan Prestasi Selesaikan 100 Persen Vaksinasi Covid-19

Pendidikan

Kadisdik: “Kami Faham tidak Mudah, Tapi Kita Akan Berupaya Bersama-Sama”

Pendidikan

1.187 Guru Honorer di Aceh Diberhentikan, ini Kata Kadisdik

Daerah

Kadisdik Aceh Apresiasi Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang: Disiplin dan Etika Kunci Sukses

Aceh Besar

Studi Literasi di Perpustakaan Montasik Tingkatkan Minat Baca

Nasional

Gaji Guru Naik Mulai 2025, Ini Rinciannya

Pendidikan

Sebanyak 20 Santri Dayah di Banda Aceh mengikuti Training Center dan Seleksi MQK IV Tingkat Provinsi Aceh