Home / Internasional / Peristiwa

Minggu, 4 Januari 2026 - 14:27 WIB

PBB: Aksi militer AS terhadap Venezuela mengkhawatirkan

mm Redaksi

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres. (AP Photo/Craig Ruttle)

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres. (AP Photo/Craig Ruttle)

New York – Sekretaris Jenderal sangat prihatin atas eskalasi terbaru di Venezuela, yang memuncak dengan aksi militer Amerika Serikat hari ini di negara tersebut, yang berpotensi menimbulkan implikasi yang mengkhawatirkan bagi kawasan, kata juru bicara Stephane Dujarric pada Sabtu (3/1).

“Terlepas dari situasi di Venezuela, perkembangan ini merupakan sebuah preseden yang berbahaya. Sekretaris Jenderal terus menekankan pentingnya penghormatan penuh oleh semua pihak terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB,” kata Dujarric melalui pernyataan.

Baca Juga :  Dubes Santo Tegaskan Komitmen Lindungi WNI di Preah Sihanouk

Menurutnya, Sekjen sangat prihatin bahwa aturan hukum internasional tidak dihormati.

Disebutkan bahwa pimpinan PBB itu “sangat prihatin dengan eskalasi baru-baru ini di Venezuela” sekaligus memperingatkan “potensi implikasi yang mengkhawatirkan bagi kawasan tersebut”.

Guterres mendesak semua pihak di Venezuela untuk terlibat dalam dialog inklusif, “dengan menghormati secara penuh hak asasi manusia (HAM) dan supremasi hukum,” demikian menurut pernyataan tersebut.

Diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan negaranya secara sukses melancarkan serangan skala besar terhadap Venezuela. Pernyataan Trump ini disampaikan setelah rentetan ledakan dilaporkan terdengar di area Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu (3/1) dini hari.

Baca Juga :  Kemlu RI Fasilitasi Pemulangan 211 WNI dari Saudi

“Amerika Serikat telah berhasil melancarkan serangan skala besar terhadap Venezuela,” ucap Trump dalam pernyataan via media sosial Truth Social, seperti dilansir AFP, Sabtu (3/1/2026).

Pernyataan Trump ini menjadi konfirmasi pertama yang disampaikan AS, setelah pemerintahan Presiden Nicolas Maduro sebelumnya menuduh Washington melancarkan rentetan serangan terhadap instalasi militer dan sipil di beberapa wilayah Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari.

Baca Juga :  Imigrasi Indonesia dilatih Identifikasi Dokumen Palsu

Trump dalam pernyataannya juga menyebut Maduro dan istrinya ‘berhasil ditangkap’ dan telah ‘diterbangkan’ ke luar Venezuela. Trump tidak menjelaskan lebih lanjut soal penangkapan Maduro tersebut.

Dia hanya menyatakan operasi militer di Venezuela ini dilaksanakan bekerja sama dengan otoritas penegak hukum AS. Disebutkan Trump bahwa konferensi pers akan digelar pada Sabtu (3/1) siang waktu AS di kediamannya Mar-a-Lago di Florida.

“Detail lebih lanjut akan menyusul,” sebut Trump.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Internasional

Pemko Banda Aceh Gandeng Exzellenz Institut untuk Buka Peluang Pendidikan ke Jerman lewat Program Banda Aceh Akademi

Nasional

Amien Rais hingga Roy Suryo Geruduk UGM Pertanyakan Keaslian Ijazah Jokowi

Peristiwa

Danau Toba Terbakar Hebat akibat Panas Ekstrem

Aceh Barat

Serikat Pekerja PT MPG Nilai Disnaker Nagan Raya Terburu-buru Sahkan Peraturan Perusahaan

Internasional

Penyematan Baret Biru: 1.117 Prajurit TNI Siap Jalankan Misi Perdamaian PBB di Kongo dan Wilayah Misi Lain

Daerah

Diduga terlibat jaringan terorisme, Dua ASN di Aceh diamankan Densus 88

Internasional

Kemlu RI Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban Gempa M 6,9 di Filipina

Daerah

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Tinjau Langsung Dampak Banjir dan Pengungsian Warga di Aceh Tamiang dan Bener Meriah