Home / Pemerintah Aceh / Pendidikan

Senin, 29 Desember 2025 - 19:23 WIB

Pemerintah Aceh Pastikan PBM Semester Genap 2025/2026 Tetap Dimulai 5 Januari Meski Dilanda Bencana

mm Redaksi

Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA.

Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA.

Banda Aceh – Pemerintah Aceh memastikan seluruh aktivitas Proses Belajar Mengajar (PBM) semester genap Tahun Ajaran 2025/2026 akan dimulai secara serentak pada 5 Januari 2026. Pemerintah menegaskan bahwa kendala infrastruktur akibat bencana meteorologi tidak boleh menghambat pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak Aceh.

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mengatakan bahwa pendidikan harus tetap berjalan meskipun sejumlah sekolah terdampak banjir dan tanah longsor.

“Pendidikan harus hadir sebagai pemberi kepastian di tengah situasi bencana. Kendala infrastruktur tidak boleh menjadi alasan terhentinya proses belajar mengajar,” ujar M. Nasir dalam keterangannya, Senin (29/12/2025).

Baca Juga :  Disdik Aceh Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Banjir Bandang Trumon Tengah

Berdasarkan data Posko Penanganan Bencana Meteorologi Pemerintah Aceh, dari total 555 unit SMA di seluruh Aceh, sebanyak 214 sekolah terdampak banjir dan longsor. Wilayah terdampak paling signifikan berada di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Utara, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang. Dari jumlah tersebut, 78 unit sekolah tercatat mengalami kerusakan berat.

Meski demikian, M. Nasir menegaskan bahwa PBM tetap harus dilaksanakan dengan berbagai penyesuaian di lapangan.

Ia juga menekankan bahwa kehadiran sekolah memiliki peran penting dalam pemulihan psikologis siswa pascabencana.

Baca Juga :  Disdik Aceh Targetkan Tuntasnya PPG Dalam Jabatan Guru Agama Islam pada Tahun 2025

“Kehadiran siswa di sekolah akan membantu mereka kembali ke ritme kehidupan normal. Ini bagian penting dari proses pemulihan pascabencana,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh sekaligus Juru Bicara Posko Penanganan Bencana, Murthalamuddin, telah mengeluarkan instruksi resmi kepada seluruh kepala SMA di Aceh untuk memastikan PBM tetap berjalan.

“Bagi sekolah yang mengalami kerusakan berat dan tidak memungkinkan menggunakan ruang kelas, kami instruksikan agar memanfaatkan sarana darurat. PBM tidak boleh berhenti, dan tempat belajar sementara harus disiapkan agar siswa tetap masuk sesuai jadwal,” jelasnya.

Baca Juga :  Mualem Buka Aceh Perkusi 2025

Lebih lanjut, Murthalamuddin menekankan peran guru sebagai pendamping psikososial atau Mental Health and Psychosocial Support (MHPSS) bagi siswa di masa awal masuk sekolah.

“Guru memiliki peran ganda, tidak hanya sebagai pendidik tetapi juga pendamping psikososial. Kami mendorong agar guru tidak langsung membebani siswa dengan materi berat, melainkan mengedepankan pendekatan persuasif untuk memulihkan semangat belajar mereka,” pungkas Murthalamuddin.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Serangan ke Sekda Aceh Adalah Provokasi, Bukan Kritik Konstruktif

Keagamaan

Peringati 1 Muharram 1448 Hijriah, Masjid Raya Baiturrahman Aceh Akan Gelar Malam Muhasabah Bersama Abu Muda Bakongan

Ekbis

Gubernur Aceh Tekankan Penguatan Tata Kelola dan Transformasi Digital dalam RUPS Bank Aceh Syariah

News

Pj Gubernur Ajak HIMAS Berkomitmen Bangun Simeulue

Nasional

Suhadi Sukendar Situmorang Lulus Sidang Disertasi Tertutup di Universitas Borobudur

Pemerintah Aceh

Ketua TP PKK Aceh Apresiasi Peran Relawan Tangani Bencana di 18 Daerah

News

Gubernur Aceh Sambut Kedatangan Kepala Kejati Baru di Bandara SIM

News

Karoops Polda Aceh Hadiri Rapat Koordinasi Persiapan Pawai Takbir dan Salat Idulfitri 1446 H