Home / Pemko Banda Aceh

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:11 WIB

Pemko Banda Aceh dan BRIN Perkuat Ekosistem Riset, Dorong Pembentukan Bapperida

mm Redaksi

Sekda Kota Banda Aceh Jalaluddin menerima kunjungan tim BRIN yang dipimpin Dr. Muhamad Amin di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Rabu (12/8/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Sekda Kota Banda Aceh Jalaluddin menerima kunjungan tim BRIN yang dipimpin Dr. Muhamad Amin di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Rabu (12/8/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh terus mendorong penguatan riset dan inovasi sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah. Komitmen tersebut dibahas saat Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin menerima kunjungan tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Rabu (12/8/2026).

Rombongan BRIN dipimpin Dr. Muhamad Amin dari Direktorat Kebijakan Riset dan Inovasi Daerah, Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah yang juga Plt. Direktur Kebijakan Riset dan Inovasi Daerah BRIN.

Jalaluddin menyebut kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem dan ekosistem riset di Kota Banda Aceh. Pemko juga berkomitmen mempercepat perubahan nomenklatur Bappeda menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).

“Kami berharap BRIN dapat menempatkan peneliti di Bappeda. Sekaligus mendorong pilot project di Banda Aceh untuk pemanfaatan hasil riset BRIN terkait pengelolaan sampah, bencana, energi, serta akses terhadap skema pendanaan riset,” kata Jalaluddin.

Baca Juga :  Pemko Banda Aceh Perkuat Gerakan Cegah Stunting demi Generasi Sehat

Ia mengatakan Banda Aceh telah mengembangkan sejumlah inovasi berbasis digital, di antaranya GIS Center, Command Center, dan MPP Digital. Selain itu, selama sembilan tahun terakhir Bappeda juga telah melaksanakan 36 kajian riset yang mencakup berbagai persoalan, mulai dari UMKM, kemiskinan, sampah, drainase, transportasi hingga kebencanaan.

“Tantangan kami sekarang adalah mengintegrasikan dan menaikkan levelnya, agar riset tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi jadi kebijakan dan solusi nyata. Di sini kami mengharapkan dukungan dari BRIN,” ujarnya.

Pemko Banda Aceh juga berkomitmen memperkuat fungsi riset dan inovasi daerah melalui pembentukan Brida yang diintegrasikan dengan Bappeda menjadi Bapperida.

Jalaluddin menyebut Pemko telah mengusulkan penguatan bidang Brida dalam struktur Bappeda sejak 13 Januari 2026 dan berharap proses tersebut mendapat pendampingan dari BRIN.

Baca Juga :  Satpol PP & WH Aceh Intensifkan Razia Tempat Hiburan Jelang Ramadhan 1447 H

Sejumlah agenda prioritas dalam RPJM 2025–2029 yang membutuhkan dukungan riset juga disampaikan dalam pertemuan tersebut. Di antaranya pengembangan Banda Aceh Academy, penguatan UMKM melalui Aplikasi Usaha Teman, penanganan sampah melalui program ASRI, serta pengembangan Banda Aceh sebagai Kota Parfum berbasis nilam.

“Kami berharap ada pendampingan penguatan Bappeda, akses ke peneliti dan laboratorium BRIN, pilot project living laboratory, pemanfaatan hasil riset BRIN untuk sampah, bencana, energi, nilam, UMKM, dan akses skema pendanaan,” kata Jalaluddin.

BRIN Dukung Pembentukan Bapperida

Sementara itu, Dr. Muhamad Amin mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Banda Aceh dalam memperkuat kelembagaan riset dan inovasi daerah. Ia mendukung percepatan pembentukan Bapperida di Banda Aceh.

“Saat ini 28 provinsi dan 300 lebih kabupaten/kota sudah membentuk Brida atau Bapperida. Di Aceh baru ada di enam kabupaten/kota. Banda Aceh punya potensi besar dengan indeks daya saing tertinggi di Aceh, dan resource besar dari keberadaan USK, UIN Ar-Raniry, dan perguruan tinggi lainnya,” ujar Amin.

Baca Juga :  353 Personel Dikerahkan, Pemko Banda Aceh Tertibkan PKL di Kawasan Darussalam

Menurutnya, potensi sumber daya riset yang dimiliki Banda Aceh dapat menjadi modal penting dalam mengembangkan kebijakan pembangunan berbasis bukti dan inovasi.

Amin juga mendorong pelaksanaan pilot project dengan memanfaatkan teknologi hasil riset BRIN, khususnya untuk pengelolaan sampah, air minum, serta kebutuhan pembangunan lainnya di Banda Aceh.

Selain itu, BRIN siap mendorong pemanfaatan skema pendanaan riset bagi pemerintah daerah untuk mendukung pengembangan berbagai inovasi dan solusi berbasis penelitian.

Turut hadir mendampingi Sekda Jalaluddin, Asisten Administrasi Umum Setdako Banda Aceh M. Nurdin beserta sejumlah kepala OPD terkait.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Siap Luncurkan Aplikasi Salam untuk Perkuat Layanan Aduan Masyarakat Terintegrasi

Pemko Banda Aceh

TPID Banda Aceh Bergerak Cepat Jaga Stabilitas Harga di Pasaran

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Perkuat Program Pemberdayaan Ekonomi untuk Warga Miskin dan Rentan

Pemko Banda Aceh

Illiza Prioritaskan Penanganan Kemiskinan Ekstrem Berbasis Data Tepat Sasaran

Parlementaria

Dishub dan Komisi III DPRK Banda Aceh Tinjau Titik Rawan Kemacetan Akibat Parkir Liar

Advetorial

Sambut Iduladha, Pemko Banda Aceh Gelar Pasar Murah Daging Meugang Rp150 Ribu per Kilogram

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Replikasi Aplikasi JAKI untuk Wujudkan Layanan Publik Digital Terpadu

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Ikuti Pembukaan Rakernas APEKSI XVIII di Medan, Dorong Kolaborasi Bangun Kota Tangguh