Banda Aceh – Perempuan masa kini dituntut tidak hanya mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda melalui prestasi, kepemimpinan, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3AP2KB Kota Banda Aceh, Tiara Sutari, mengatakan perempuan memiliki peran penting dalam membentuk generasi masa depan. Karena itu, perempuan perlu terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjadi teladan sekaligus agen perubahan di berbagai bidang kehidupan.

Menurut Tiara, inspirasi bagi generasi muda tidak hanya lahir dari jabatan atau popularitas, tetapi juga dari keberanian untuk terus belajar, berprestasi, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Perempuan masa kini harus mampu menjadi inspirasi dan teladan bagi generasi muda. Hal itu dapat diwujudkan dengan terus berprestasi dan berkontribusi, berani dan percaya diri, terus belajar dan mengembangkan kapasitas diri, serta berbagi ilmu dan pengalaman kepada orang lain,” ujarnya.
Ia menilai tantangan yang dihadapi perempuan saat ini semakin kompleks. Namun di sisi lain, perkembangan zaman juga membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk tampil dan menunjukkan kemampuan di berbagai sektor, baik sosial, ekonomi, pendidikan maupun kepemimpinan.
Karena itu, perempuan didorong untuk tidak membatasi diri pada peran-peran tradisional semata, melainkan berani mengambil bagian dalam ruang publik dan pembangunan. Kehadiran perempuan yang aktif dan berdaya dinilai akan memberikan dampak positif bagi lahirnya generasi muda yang lebih berkualitas.
Tiara mengatakan perempuan yang mampu menunjukkan integritas, kerja keras, dan semangat belajar akan menjadi contoh nyata bagi anak-anak dan generasi muda di sekitarnya. Peran tersebut menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial yang terus berkembang.
Selain itu, perempuan juga diharapkan tetap memperkuat nilai-nilai Islami dan budaya dalam setiap langkah yang dijalani. Menurutnya, kombinasi antara kapasitas diri, karakter yang kuat, serta nilai-nilai moral akan melahirkan sosok perempuan yang tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga mampu membawa pengaruh positif bagi masyarakat.
Ia menambahkan, keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan dan pembangunan juga perlu terus diperkuat agar semakin banyak figur perempuan yang dapat menjadi panutan bagi generasi muda.
“Perempuan harus berani hadir, berkontribusi, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi bagian dari pembangunan, tetapi juga menjadi inspirasi yang mampu mendorong lahirnya generasi muda perempuan yang berkualitas dan percaya diri,” kata Tiara.
Menurutnya, upaya mencetak generasi unggul tidak dapat dilepaskan dari peran perempuan. Semakin banyak perempuan yang mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga, sekolah, komunitas, maupun ruang publik, maka semakin besar pula peluang lahirnya generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan. (Adv)
Editor: Amiruddin. MK














