Home / Internasional

Jumat, 28 Juni 2024 - 16:52 WIB

Perkuat Kerjasama Aceh-Rusia, Wali Nanggroe Bawa Tiga Rektor Perguruan Tinggi ke Tatarstan

mm Redaksi

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Kazan, ibukota Republik Tatarstan (Foto: noa.co.id/FA)

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Kazan, ibukota Republik Tatarstan (Foto: noa.co.id/FA)

Kazan – Menindaklanjuti rencana kerjasama antara Aceh dan Federasi Rusia, Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar kembali melakukan kunjungan kerja ke negara yang dipimpin Vladimir Putin tersebut, tepatnya ke Kota Kazan, ibukota Republik Tatarstan yang merupakan negara bagian dari Federasi Rusia.

Rabu, 26 Juni 2024, didampingi Wakil Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Rusia Barlian Helmy, Wali Nanggroe bersama Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, dan Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, tiba di Kazan State Power Engineering University (KSPEU).

Baca Juga :  Setelah Dibebaskan, Pilot Susi Air Kapten Philip Mehrtens diserahkan ke Pemerintah Selandia Baru

Delegasi Aceh yang dipimpin Wali Nanggroe, disambut langsung oleh Rektor KSPEU Edvard Abdullazyanov dan Jajaran, didahului dengan seremoni penyambutan tarian khas Tatarstan, dilanjutkan dengan penghormatan kepada masyarakat Tatarstan yang ikut dalam revolusi pembentukan Negara Uni Soviet.

“Terimakasih kepada rombongan perguruan tinggi di Aceh yang telah berinisiatif membangun kerja sama dengan kami. Inisiatif yang telah dilakukan oleh Wali Nanggroe Aceh sejak 2022 telah mulai memiliki hasil seperti saat ini,” Edvard Abdullazyanov.

Baca Juga :  Imigrasi Amankan Buron Interpol Asal Tiongkok

Usai seremoni penyambutan, Wali Nanggroe bersama rombongan diajak berkeliling melihat langsung proses pengerjaan mobil listrik di KSPEU. Kemudian melihat proses pengerjaan e-digital transportasi menggunakan baterai lithium-ion.

Kemudian juga diajak untuk melihat subtation pembangkit listrik tenaga polygon, lalu ke melihat proses kerja robot pemantau jaringan listrik bawah tanah. Jika terjadi kerusakan listrik bawah tanah, maka robot dapat melaporkan kerusakan jaringan yang terjadi.

Baca Juga :  Suhu Udara di Aceh Hari Ini Capai 38 Celcius

Selain itu, Wali Nanggroe bersama rombongan juga diajak melihat langsung proses kerja sistem alur listrik sederhana untuk kebutuhan rumah.

Kegiatan Wali Nanggroe bersama rombongan pada 26 Juni 2024 ditutup dengan penandatanganan MoU antara KSPEU dengan Unysiah, Unimal dan UTU.

“Alhamdulillah, apa yang telah kita jajaki sejak 2022 lalu, hari ini sudah menunjukkan hasil. Pihak Universitas KSPEU sangat serius dengan upaya kerjasama ini, begitu juga dari pihak kita, harus serius dan maksimal,” kata Wali Nanggroe.

Penulis: Afrizal

Editor: Amiruddin MK

Share :

Baca Juga

Internasional

Kemlu RI Siapkan Rencana Darurat Evakuasi 37 WNI di Venezuela

Internasional

Meninggal saat menyelam, Imigrasi Aceh kawal pemulangan jenazah turis Malaysia dari Sabang

Internasional

Dua Jemaah Haji Aceh Kembali Wafat di Makkah, Totalnya Jadi Tujuh

Internasional

Presiden Palestina Minta Hamas Serahkan Senjata-Bebaskan Sandera

Internasional

PT SBA Perkenalkan Praktik Tambang Berkelanjutan kepada Peserta Program International Summer School

Internasional

Farooq WNA Asal Pakistan Ajukan pewarganegaraan di Kanwil Kemenkum Aceh

Internasional

Wanita Diduga WNI Ditangkap di Perbatasan India-Nepal dengan Dokumen Palsu

Internasional

Uni Eropa Bersiap untuk Membuat Sejarah: Kemerdekaan Palestina Akan Diakui