Home / Pendidikan

Sabtu, 8 Juni 2024 - 16:35 WIB

Ratusan Murid SD Belajar di Meunasah, Tagore Minta Kadisdik Bener Meriah Dicopot

mm Redaksi

Tagore Abubakar (Foto: noa.co.id/FA)

Tagore Abubakar (Foto: noa.co.id/FA)

BENER MERIAH – Mantan Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar meminta Ruh Akbar segera mundur atau dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Bener Meriah.

Tagore menilai Ruh Akbar tidak mampu menyelesaikan persoalan sengketa lahan Sekolah Dasar (SD) Negeri Sepeden yang terletak di Kampung Wih Tenang Uken, Kecamatan Pertama.

Dampaknya 153 murid SD terpaksa belajar di salah satu Meunasah dan TPA di kampung Wih Tenang Uken.

“Saya sangat kaget mendengar kabar dari warga Wih Tenang Uken, karena ratusan murid SD tidak mendapat tempat belajar yang layak, sehingga harus belajar di Meunasah dan TPA,” kata Tagore kepada wartawan, Jumat, 7 Juni 2024.

Baca Juga :  75 Persen Siswa SMK Negeri 1 Abdya Telah Menjalani Vaksinasi

Herannya, kata Tagore, Disdik Bener Meriah tidak mampu negosiasi dengan pemilik tanah demi lancarnya proses belajar mengajar siswa.

“Terlepas dari sebuah perkara yang terjadi, seharusnya pemerintah daerah melalui Disidik harus lebih mementingkan siswa SD tersebut dengan cara bernegosiasi dengan pemilik lahan, sekolah tidak boleh ditutup,” kata Tagore.

“Jika Kepala Disdik Bener Meriah tidak mampu, mundur saja sekarang dari jabatannya atau dicopot. Pj Bupati Haili Yoga harus tegas dalam hal ini,” sambung Tagore.

Sebagai Ketua Dewan Adat Gayo, Tagore mengaku akan menjumpai pemilik tanah atau ahli waris, agar SD Sepeden dibuka untuk sementara demi kepentingan siswa.

Baca Juga :  Gelar Kuliah Umum, Prof. KBA Dorong Mahasiswa Jadi Agen Perubahan di Era Digital

“Malam ini juga saya akan menemui mereka, saya bermohon sekolah itu dibuka sembari menunggu proses pembangunan berjalan,” ucapnya.

Informasi diperoleh, kata Tagore, masyarakat Wih Tenang Uken siap membangun secara swadaya sekolah diatas tanah milik pemerintah.

“Aneh sekali, kondisi ini benar-benar ditelantarkan. Karena kita tidak tahu, mungkin di antara 153 siswa tersebut ada calon Presiden, atau calon kepala daerah dimasa mendatang,” ungkapnya.

“Ini benar-benar memalukan. Sekali lagi saya sampaikan, dimasa akhir jabatan Pj Bupati Haili Yoga, ia harus tegas, copot jabatan Kadisdik jika tidak mampu menyelesaikan persoalan yang tidak begitu besar,” tambah Tagore.

Baca Juga :  Kadisdik Aceh Upayakan Mobil Antar Jemput untuk Siswa SLB Abdya

Diberitakan sebelumnya, ratusan murid Sekolah Dasar (SD) Negeri Sepeden, Kecamatan Permata, Bener Meriah, terpaksa kembali belajar di luar kelas atau pindah ke Meunasah kampung setempat, Rabu, 3 Januari 2023.

Hal tersebut terjadi karena pemilik lahan menutup SDN Sepeden dengan cara memasang pagar tepat di pintu masuk. Penutupan sekolah yang dilakukan merupakan kedua kalinya setelah 25 Agustus 2023 lalu.

Kala itu, ratusan murid SD Sepeden juga sempat duduk diatas tikar yang dibentang tepat pada akses jalan menuju sekolah tersebut.

Penulis: Afrizal

Editor: Gito Rolis

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Pemulihan Pendidikan Aceh Pasca Banjir Dipercepat Lewat Revitalisasi SMK dan SLB

Aceh Barat Daya

72 Siswa Ikuti FLS2N Sekolah Dasar Tingkat Kabupaten Abdya

Aceh Barat

Bunda PAUD Aceh Barat Serahkan Bantuan APE ke Enam Sekolah untuk Dukung Pembelajaran Anak Usia Dini

Pendidikan

Siswi SMAN 10 Fajar Harapan Berbagi Kisah Inspiratif di Hadapan Wakil Menteri dan Tamu Undangan

Pendidikan

Mantan Menteri PANRB jadi Penguji Kehormatan

Aceh Barat

Wujudkan pelayanan Inklusif dan Penghormatan HAM, Lapas Meulaboh Jalin Kerjasama dengan SLB Negeri Meulaboh

Daerah

BP3MI Aceh : USK diusulkan tempat seleksi bahasa bagi CPMI Asal aceh

Pendidikan

Terobos Pedalaman Aceh Tamiang, Kadisdik Upayakan Pemerataan Mutu Pendidikan