Home / Aceh Barat / Pendidikan

Selasa, 4 November 2025 - 18:14 WIB

Wujudkan pelayanan Inklusif dan Penghormatan HAM, Lapas Meulaboh Jalin Kerjasama dengan SLB Negeri Meulaboh

mm Redaksi

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Meulaboh melaksanakan kegiatan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Meulaboh, Senin (3/11/2025). Foto: Dok. Istimewa

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Meulaboh melaksanakan kegiatan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Meulaboh, Senin (3/11/2025). Foto: Dok. Istimewa

Meulaboh – Dalam upaya meningkatkan pelayanan yang ramah terhadap penyandang disabilitas serta mendukung pelaksanaan prinsip Penghormatan, Perlindungan, Pemajuan, Penegakan, dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia (P5HAM), Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Meulaboh melaksanakan kegiatan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Meulaboh.

Kegiatan penandatanganan kerjasama ini berlangsung pada hari Senin (3/11/2025), bertempat di SLB Negeri Meulaboh. Kedua belah pihak sepakat menjalin kemitraan dalam penyediaan layanan pelatihan keterampilan bahasa isyarat dan pelatihan juru bahasa isyarat bagi para pegawai Lapas Kelas IIB Meulaboh.

Kerjasama ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang inklusif serta memperkuat komitmen terhadap pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

Penandatanganan perjanjian dilakukan langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Meulaboh, Tendi Kustendi, dan Pelaksana Tugas Kepala Sekolah SLB Negeri Meulaboh, Nur Fajar Amalia, dengan disaksikan oleh pejabat struktural dari kedua institusi.

Baca Juga :  Siti Ramazan Dilantik sebagai Ketua DPRK Aceh Barat 2024-2029

Dalam sambutannya, Kalapas Meulaboh Tendi Kustendi menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk kepedulian serta tanggung jawab moral Lapas terhadap kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas.

“Kami ingin pegawai Lapas memiliki kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan penyandang disabilitas, khususnya tuna rungu, dengan baik dan manusiawi. Pelatihan bahasa isyarat ini bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga tentang empati, penghargaan, dan kesetaraan dalam pelayanan publik,” ujar Tendi Kustendi.

Lebih lanjut, Kalapas juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai P5HAM di lingkungan pemasyarakatan, di mana setiap individu berhak atas pelayanan tanpa diskriminasi. Ia berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada kegiatan simbolis semata, melainkan dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan.

Baca Juga :  HUT Ke-47 SMAN 3 Banda Aceh, Pj Gubernur Aceh Kembali Kunjungi Sekolahnya

Sementara itu, Plt. Kepala SLB Negeri Meulaboh, Nur Fajar Amalia, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas inisiatif Lapas Kelas IIB Meulaboh yang ingin memperkuat kapasitas pegawainya dalam berkomunikasi dengan penyandang disabilitas.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Lapas Meulaboh yang peduli terhadap hak-hak disabilitas. Melalui pelatihan ini, kami berharap para pegawai Lapas dapat memahami lebih dalam tentang dunia penyandang disabilitas / berkebutuhan khusus dan mampu memberikan pelayanan yang inklusif dan manusiawi,” ungkap Nur Fajar.

Usai kegiatan penandatanganan, Kalapas Meulaboh berkesempatan mengunjungi ruang-ruang kelas di SLB Negeri Meulaboh. Dalam kesempatan tersebut, Kalapas berinteraksi langsung dengan para siswa, menyapa dan melihat proses belajar mereka. Tendi tampak antusias menyaksikan berbagai aktivitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru dan peserta didik dengan kebutuhan khusus.

Baca Juga :  Pj Bupati Aceh Barat Paparkan Tentang Inovasi Pelayanan Publik

“Melihat semangat anak-anak di sini menjadi inspirasi bagi kami semua. Ini menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki potensi dan hak untuk dihargai,” tambahnya.

Kerjasama ini menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan pelayanan publik yang inklusif dan berkeadilan di bidang pemasyarakatan. Ke depan, Lapas Kelas IIB Meulaboh berkomitmen untuk terus memperluas jaringan kemitraan dengan berbagai pihak dalam mendukung program-program yang berorientasi pada pemajuan HAM serta pemberdayaan masyarakat, termasuk kelompok disabilitas.

Melalui sinergi antara Lapas Meulaboh dan SLB Negeri Meulaboh, diharapkan tercipta lingkungan sosial yang lebih memahami, menghormati, dan menghargai perbedaan, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam melayani sesama tanpa batas.

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

Pj Bupati Mahdi Lepas Kafilah MTQ Aceh Barat Menuju Sinabang

Pemerintah

Disdik Aceh Targetkan Tuntasnya PPG Dalam Jabatan Guru Agama Islam pada Tahun 2025

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Tutup FTBI 2025: Dorong Anak Muda Bangga Berbahasa Aceh dan Gayo

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Ajak Murid Gunakan Bahasa Aceh dalam Kehidupan Sehari-hari

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Verifikasi Data Calon Penerima 600 Jamban

Pendidikan

SMA Negeri 1 Ingin Jaya Dapat Edukasi Hukum dari JMS Kejati Aceh

Daerah

Universitas Teuku Umar Berikan Pelatihan Pasca Panen dan Pengolahan Produk

Aceh Barat

Mewakili Bupati Aceh Barat, Marwandi SE Buka Workshop Yang Diadakan Kesbangpol