Home / Aceh Barat / Pemerintah / Pendidikan

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:03 WIB

Dekranasda Aceh Barat Dorong Kreativitas Pelajar Lewat Program Masuk Sekolah di Panton Reu

mm Redaksi

Ketua Dekranasda Aceh Barat Ny. Afrinda Novaliq, SE, MM berfoto bersama narasumber dan para pelajar usai kegiatan “Dekranasda Masuk Sekolah” di SMA Negeri 1 Panton Reu, Meulaboh, Senin (11/5/2026). Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Ketua Dekranasda Aceh Barat Ny. Afrinda Novaliq, SE, MM berfoto bersama narasumber dan para pelajar usai kegiatan “Dekranasda Masuk Sekolah” di SMA Negeri 1 Panton Reu, Meulaboh, Senin (11/5/2026). Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Meulaboh – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Aceh Barat terus mendorong kreativitas generasi muda melalui program “Dekranasda Masuk Sekolah” yang kali ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Panton Reu.

Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus motivasi bagi para pelajar untuk mengenal potensi produk lokal berbasis sumber daya daerah yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha kreatif.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Dekranasda Aceh Barat, Ny. Afrinda Novaliq, SE, MM, dengan mengusung tema “Kreativitas Pelajar dalam Mengembangkan Produk Lokal”.

Baca Juga :  Kadis Pertanahan Aceh Besar Tinjau Tanah Pengganti TKD

Dalam sambutannya, Afrinda menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga sekaligus mengembangkan kerajinan daerah agar memiliki nilai ekonomi dan daya saing.

“Pelajar hari ini adalah generasi kreatif masa depan. Potensi lokal di sekitar kita harus bisa diolah menjadi produk yang inovatif dan bernilai jual,” ujarnya.

Ia juga mengajak para siswa untuk mulai membangun pola pikir kreatif serta berani berinovasi dengan memanfaatkan sumber daya alam di lingkungan sekitar sebagai inspirasi usaha di masa depan.

Baca Juga :  Ekonomi dan Sosial Media Jadi Pemicu, Perceraian Muda di Aceh Semakin Tinggi

Dalam kegiatan tersebut, Dekranasda Aceh Barat menghadirkan edukasi kerajinan berbahan eceng gondok dengan narasumber Cut Afni Zahara, pelaku usaha EG Craft.

Para siswa diperkenalkan pada proses pengolahan eceng gondok menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi, mulai dari pengeringan bahan baku, teknik dasar pengolahan, hingga praktik anyaman sederhana.

Materi yang disampaikan diharapkan dapat membuka wawasan pelajar mengenai potensi limbah tanaman air yang selama ini kurang dimanfaatkan, sekaligus mendorong lahirnya ide-ide usaha kreatif berbasis lingkungan.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mengikuti praktik langsung bersama narasumber.

Baca Juga :  Turun ke Dapil, Iskandar Tegaskan Reses untuk Dengarkan Suara Warga Simeulue

Untuk menambah semangat peserta, panitia juga menyediakan berbagai doorprize bagi siswa yang aktif berpartisipasi selama kegiatan berlangsung.

Melalui program ini, Dekranasda Aceh Barat berharap pelajar semakin mengenal kekayaan kerajinan lokal serta terdorong untuk terus berkarya dan berinovasi.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya melestarikan budaya daerah, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan industri kreatif berbasis potensi lokal.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Nasional

Presiden Prabowo Lindungi Kekayaan Alam Melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan

Pemerintah

Tekan Stunting, Pj Ketua TP-PKK Aceh Besar Serahkan BKB Kit ke Gampong Lam Ujong

Daerah

Perguruan Tinggi Al Washliyah Wisuda 130 Sarjana

Ekbis

Syariah Career Talk BSI di USK: Menginspirasi Talenta Muda Menapaki Karier di Perbankan Syariah

Internasional

Hadapi Ketidakpastian Global, Kemenko Polkam Tekankan Sinergitas Semua Pihak

Nasional

Optimalisasi Penempatan Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan

Aceh Besar

Wakili Pj Bupati, Asisten II Sekdakab Aceh Besar Sambut Pekan Bakti Mahasiswa Teknik USK di Sibreh

Pemerintah

SPD Ditahan, Program Pembangunan Kota Banda Aceh Terhambat