Home / Parlementaria

Kamis, 10 Maret 2022 - 23:03 WIB

Terima Kunjungan Political Officer Kedubes AS, Ketua DPRA : Ada 2 Tantangan Usai Damai

mm Redaksi

BANDA ACEH – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh , Dahlan Jamaluddin menerima kunjungan silaturrahmi Political Officer Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) untuk Republik Indonesia, Greg Bauer, di ruang kerja Ketua DPRA, Rabu (9/3/2022).

Greg Bauer dan Dahlan Jamaluddin mendiskusikan banyak hal terkait politik dan pembangunan pasca di Aceh.

Menurut politisi Partai Aceh ini, ada dua tantangan besar yang dihadapi Aceh sejak damai hingga saat ini.

Pertama, kata dia, kesepakatan antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Republik Indonesia yang ditandatangani di Helsinki pada 15 Agustus 2005 silam, belum sepenuhnya berjalan.

Baca Juga :  Dalam Rapat Paripurna DPRA, Pj Gubernur Safrizal Tegaskan Komitmen Penanganan Banjir Secara Komprehensif

“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi generasi saat ini dan juga generasi yang akan datang,” jelasnya.

Kepada perwakilan itu, Dahlan menjelaskan bahwa sejauh ini rakyat Aceh sudah berkomitmen agar perdamaian harus terus dijaga dan dirawat.

“Banyak hal yang masih harus didiskusikan dan dirawat bersama agar komitmen ini bisa terpenuhi dengan baik,” katanya.

DPR Aceh bersama elemen lainnya di Aceh, juga terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat agar substansi dari pada perjanjian Helsinki bisa terpenuhi di Aceh.

Baca Juga :  DPR dan Pemerintah Aceh Sahkan APBA 2025 Sebesar Rp 10,8 Triliun

Hal kedua yang menjadi tantangan menurut Dahlan Jamaluddin adalah pembangunan secara makro. Dia mengatakan banyak persoalan yang harus diselesaikan seperti persoalan kemiskinan, pengangguran, pembangunan sumber daya manusia dan isu kesejahteraan secara umum.

Dahlan juga menjelaskan bahwa selama ini anggaran pembangunan Aceh sangat bergantung pada transfer dari pusat, terutama sumber Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA). Sedangkan pendapatan asli Aceh sangat minim.

“Pemerintah Aceh belum mampu menggali sumber pendapatan lainnya, termasuk juga investasi untuk menopang dan membiayai pembangunan Aceh,” jelasnya.

Di tengah komitmen merawat perdamaian, Aceh masih harus berjuang melawan kemiskinan.

Baca Juga :  Mendagri: Kinerja Solid Komisi II DPR RI Lahirkan Prestasi MURI

“Saya berharap pemerintah menjadikan Aceh sebagai titik fokus percepatan pembangunan dan investasi,” kata Dahlan Jamaluddin.

Dalam pertemuan itu, Dahlan Jamaluddin juga menyatakan terima kasih kepada Greg Bauer dan juga kepada Pemerintah Amerika Serikat.

Menurutnya, Amerika Serikat sudah sangat banyak membantu rakyat Aceh, baik ketika masa konflik dan perdamaian, pembangunan pasca tsunami, hingga saat ini.

“Saya mengharapkan Pemerintah Amerika Serikat bisa terus membantu rakyat Aceh. Membantu investasi untuk percepatan pembangunan kesejahteraan rakyat Aceh,” kata Dahlan Jamaluddin. (Parlementaria)

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Farid Nyak Umar Ingatkan Pemuda Banda Aceh Jaga Kesehatan dan Hindari Perilaku Seks Berisiko

Parlementaria

Dana Abadi, Banleg DPRA : Kita Bahas Raqannya Untuk Peningkatan SDM Aceh

News

OJK : Waspada Modus Penipuan Jelang Akhir Tahun, Tiket Murah Jadi Umpan Favorit

Nasional

Menko Polkam Apresiasi Langkah Tegas TNI AL Gagalkan Penyeludupan Narkoba di Batam

Parlementaria

DPRA Tegaskan Mualem-Dek Fadh Dilantik di Aceh

Advetorial

Ali Basrah Resmi Dilantik sebagai Wakil Ketua DPR Aceh

Parlementaria

Batu Bara Cemari Pantai Aceh Barat DPRA Akan Panggil Semua Pihak Bahas Hasil Uji Lab

Parlementaria

Saifudin Muhammad Ditunjuk Sebagai Wakil Ketua dan Nurchalis Jabat Ketua Fraksi Nasdem di DPRA