Home / Internasional / Pemerintah / Peristiwa

Senin, 29 Desember 2025 - 12:00 WIB

Terombang-ambing di laut selama 3 hari, KJRI Penang Fasilitasi Pemulangan ABK WNI Ke Tanah Air

Farid Ismullah

Terombang-ambing di laut selama 3 hari, KJRI Penang Fasilitasi Pemulangan ABK WNI Ke Tanah Air. (Foto : Tangkapan Layar Akun Resmi IG @indonesiainpenang, Senin (29/12/2025).

Terombang-ambing di laut selama 3 hari, KJRI Penang Fasilitasi Pemulangan ABK WNI Ke Tanah Air. (Foto : Tangkapan Layar Akun Resmi IG @indonesiainpenang, Senin (29/12/2025).

Penang – Tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai nelayan, yaitu Alan Nuari, Faisal dan Erwin berangkat melaut dari Dumai. Di tengah perjalanan, cuaca buruk mengakibatkan kapal mereka rusak dan nyaris karam (20/12). Dengan sigap, mereka menyelamatkan diri menggunakan jerigen air yang dirakit menjadi pelampung.

Berdasarkan keterangan resmi KJRI Penang, Mereka terombang-ambing di laut selama 3 hari tanpa sadar telah terbawa arus masuk ke jalur pelayaran sibuk Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Malaka.

Baca Juga :  Menko Polkam: Pemerintah Terus Perbaiki Tata Kelola Pelindungan Pekerja Migran

“Ditengah koordinasi dan komunikasi KJRI Penang dengan pihak terkait di Malaysia, sebuah kapal berbendera Malaysia, MV Orkim Harmony, berhasil menolong dan membawa mereka ke Pulau Pinang. Kapal tersebut kemudian menyerahkan ketiga WNI kepada Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Pulau Pinang,” Tulis KJRI Penang di Akun Resmi IG @indonesiainpenang, Senin (29/12/2025).

Baca Juga :  KBRI Phnom Penh Fasilitasi Pemulangan Jenazah WNI

Selanjutnya, APMM segera berkoordinasi dengan KJRI Penang. Tanggal 24 Desember 2025, tim Fungsi Konsuler bersama ILO TNI AL KJRI Penang langsung bergerak untuk menjemput dan menangani ketiga WNI.

Melalui proses penanganan yang cepat dan terkoordinasi, ketiga melayan tersebut berhasil dipulangkan ke tanah air setelah penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dan administrasi lainnya Ketiga nelayan dipulangkan ke Dumai melalui Pelabuhan Port Dickson, Negeri Sembilan, Malaysia pada Jumat, 27 Desember 2025.

Baca Juga :  58 WNI terdampak razia imigrasi di AS, 6 dideportasi

KJRI Penang mengingatkan, Keselamatan di laut adalah prioritas. Pastikan kondisi kapal dan cuaca sebelum melaut, serta selalu membawa alat komunikasi dan keselamatan yang memadai.

“Terima kasih kepada APMM Malaysia dan MV Orkim Harmony atas kerja sama dan respons kemanusiaannya. Kami selalu siap melindungi WNI di mana pun berada” Demikian KJRI Penang.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Peristiwa

RSUD Aceh Besar Bantah Gunakan Obat Kadaluarsa pada Pasien Mata

Peristiwa

Suhu Banda Aceh Semakin Panas, Publik Terngiang Kiprah Illiza di Konferensi Iklim Internasional Argentina

Aceh Besar

Wakili Pj Bupati, Asisten I Sekda Aceh Besar Hadiri Rapat Pleno Terbuka Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Periode 2025-2030

Daerah

Disdik Aceh Umumkan Mekanisme Seleksi PPDB SMA Berasrama Tahun Ajaran 2025/2026

Daerah

BPJS Kesehatan dan Dinkes Simeulue Gencarkan Sosialisasi Layanan Gigi JKN

Pemerintah

Pj Gubernur Aceh: Silaturrahmi Kunci Menghadapi Tantangan Zaman

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Syech Muharram: Jangan Mewarisi Kemiskinan untuk Anak Cucu

Internasional

Kemenlu RI Tegaskan Dukungan Penuh bagi Kemerdekaan Palestina