Home / Pemerintah Aceh

Sabtu, 19 September 2026 - 20:03 WIB

Wagub Aceh Apresiasi Peran FKPA dalam Pengembangan Kreativitas dan Kemandirian Perempuan

mm Redaksi

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, memberi sambutan secara daring pada acara Forum Kreatif Perempuan Aceh (FKPA) dari Kantor BPPA, Jakarta, Rabu, (16/9/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, memberi sambutan secara daring pada acara Forum Kreatif Perempuan Aceh (FKPA) dari Kantor BPPA, Jakarta, Rabu, (16/9/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, S.E. (Dek Fadh), menghadiri secara daring melalui Zoom Meeting dari Kantor Penghubung Aceh di Jakarta, peringatan Milad pertama Forum Kreatif Perempuan Aceh (FKPA) yang digelar di Kuala Village Resto, Banda Aceh, Rabu (16/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dek Fadh menyampaikan ucapan selamat atas Milad pertama FKPA sekaligus mengapresiasi keberadaan organisasi tersebut sebagai wadah bagi perempuan Aceh untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kompetensi, membangun kemandirian, serta memperluas kontribusi dalam pembangunan Aceh.

“Atas nama Pemerintah Aceh, kami menyampaikan selamat Milad yang pertama kepada FKPA. Satu tahun mungkin merupakan usia yang relatif muda bagi sebuah organisasi, tetapi satu tahun pertama merupakan masa yang sangat penting untuk membangun fondasi, memperkuat kebersamaan, dan menentukan arah perjalanan ke depan,” ujar Dek Fadh.

Menurutnya, Aceh memiliki sejarah panjang tentang perempuan hebat yang telah memberikan teladan keberanian, keteguhan, dan pengabdian. Semangat yang diwariskan oleh Laksamana Malahayati, Cut Nyak Dhien, Pocut Meurah Intan, serta tokoh perempuan Aceh lainnya, kata Dek Fadh, harus terus dihidupkan dalam konteks kekinian.

Baca Juga :  Sekda Sumut: Komunikasi Publik Kunci Membangun Kepercayaan Masyarakat

“Hari ini, perjuangan perempuan tidak hanya berada di medan perjuangan fisik, tetapi juga berada di ruang pendidikan, kewirausahaan, teknologi, ekonomi kreatif, seni dan budaya, serta berbagai bidang pembangunan lainnya,” katanya.

Dek Fadh berharap FKPA dapat terus menjadi wadah aktualisasi perempuan Aceh sekaligus tempat lahirnya gagasan kreatif, inovasi, dan karya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia juga menyambut baik peran FKPA dalam mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dikelola perempuan di Aceh. Menurutnya, banyak usaha di Aceh tumbuh dari tangan perempuan, mulai dari usaha rumah tangga, kerajinan, kuliner, fesyen, hingga berbagai produk kreatif lainnya.

“Tantangannya sekarang adalah bagaimana usaha tersebut dapat naik kelas, memiliki kualitas dan kemasan yang lebih baik, masuk ke pasar digital, memperoleh akses pembiayaan, dan mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Wagub.

Baca Juga :  Gaji ASN Pemerintah Aceh sudah Cair 3 Januari 2025

Pada kesempatan itu, Dek Fadh turut mengapresiasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara FKPA dengan Bank Indonesia dan Bank Syariah Nasional. Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diwujudkan melalui program yang memberikan manfaat nyata bagi perempuan pelaku usaha di Aceh.

“Kami berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi benar-benar melahirkan program yang memperkuat kapasitas, pembiayaan, literasi keuangan, digitalisasi, dan pemasaran bagi perempuan pelaku usaha di Aceh,” ungkapnya.

Selain penguatan ekonomi, Dek Fadh menekankan pentingnya menjaga agar kreativitas perempuan Aceh tetap berakar pada jati diri dan kekayaan budaya daerah. Menurutnya, busana, kuliner, kerajinan, seni, dan tradisi Aceh bukan hanya warisan yang harus dilestarikan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi kreatif.

Baca Juga :  Kemenko Polkam Dorong Penyusunan Grand Design Pembangunan Aceh

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Aceh siap membuka ruang kolaborasi dengan FKPA. Dek Fadh juga berharap organisasi tersebut dapat memperluas jaringan hingga ke tingkat kabupaten/kota dan gampong agar manfaat keberadaannya semakin dirasakan oleh perempuan Aceh.

“Mari kita jadikan perempuan Aceh bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga pelaku, penggerak, dan pemimpin pembangunan Aceh,” pungkasnya.

Dek Fadh turut berharap FKPA semakin solid, mandiri, kreatif, dan produktif dalam mewujudkan Aceh yang Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan.

Peringatan Milad pertama FKPA tersebut dihadiri langsung oleh H. Sulaiman Abda, anggota Majelis Tuha Peut Wali Nanggroe Aceh; Ketua FKPA, Hj. Kartini NI, beserta jajaran pengurus; Kepala DP3A; Ketua DMDI Aceh; serta para ketua dan jajaran DPD FKPA kabupaten/kota se-Aceh yang terdiri dari para istri bupati/wali kota dan istri sekretaris daerah kabupaten/kota se-Aceh.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Ny. Marlina Muzakir Ikuti HKG PKK Nasional 2026, Perkuat Sinergi Pemberdayaan Keluarga

Pemerintah Aceh

Mualem: Idul Adha Momentum Keteladanan dan Pengorbanan untuk Aceh

Opini

SAPA Kritik Rencana Pengadaan Mobil Dinas Rp20 Miliar oleh BRA Aceh

Pemerintah Aceh

Ketua Umum APPMBGI Serahkan SK Pengurus DPD I Aceh di Jakarta

Ekbis

Gubernur Aceh Tekankan Penguatan Tata Kelola dan Transformasi Digital dalam RUPS Bank Aceh Syariah

Pemerintah Aceh

57.485 Hektare Sawah Terdampak Bencana, Pemulihan Pertanian Aceh Terus Dikebut

Pemerintah Aceh

Wagub Fadhlullah Ikuti Pendataan SE 2026, Tegaskan Pentingnya Data Ekonomi Akurat

Pemerintah Aceh

Bertemu Wagub Aceh, BWI Tegaskan Komitmen Kawal Penyelesaian Wakaf Blang Padang