Banda Aceh – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, yang dibuka langsung oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal di aula Balai Kota, Rabu (11/2/2026).

Forum ini diikuti unsur instansi vertikal, camat, imum mukim, keuchik, akademisi, perwakilan asosiasi dan organisasi, serta berbagai elemen masyarakat. Hadir juga Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, perwakilan Forkopimda, dan sejumlah pejabat terkait.
Dalam sambutannya, Wali Kota Illiza menekankan bahwa forum ini merupakan momentum strategis untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah, sehingga setiap tahapan pembangunan berjalan efektif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Saya bersama Wakil Wali Kota berkomitmen memastikan pembangunan daerah senantiasa sejalan dengan Visi Banda Aceh sebagai Kota Kolaborasi, sebagaimana tertuang dalam RPJM Kota 2025–2029,” ujarnya.
Menurut Illiza, RKPD 2027 memiliki posisi strategis sebagai tahapan implementasi visi dan misi pembangunan, sekaligus menjadi instrumen tahunan yang menjembatani perencanaan jangka menengah dengan kebutuhan riil masyarakat.

Kebijakan utama RKPD Banda Aceh 2027 diarahkan pada:
-
Peningkatan layanan infrastruktur dasar
-
Optimalisasi sumber daya lokal
-
Penguatan kemitraan pembangunan
Serta fokus pada lima isu strategis:
-
Peningkatan kualitas dan daya saing SDM
-
Penguatan tata kelola pemerintahan dan efektivitas pembangunan
-
Peningkatan daya saing ekonomi berbasis inovasi dan sektor unggulan lokal
-
Penguatan nilai Islami, budaya, dan kearifan lokal
-
Penguatan ketahanan lingkungan, mitigasi bencana, dan adaptasi perubahan iklim
“Forum ini menjadi ruang dialog dan partisipasi seluruh pemangku kepentingan untuk menyempurnakan RKPD Banda Aceh 2027, sehingga mencerminkan kebutuhan masyarakat dan selaras dengan RPJM Kota, RPJMN 2025–2029, serta kebijakan pembangunan Pemerintah Aceh,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Illiza menyampaikan beberapa capaian pembangunan: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025 mencapai 89,95, tertinggi secara nasional, serta angka kemiskinan turun menjadi 5,45 persen, menunjukkan tren peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam membangun Banda Aceh yang maju, islami, dan berkelanjutan.
“Akhir kata, mari kita terus memperkuat semangat kolaborasi dan sinergi dalam membangun Banda Aceh yang maju, religius, dan berdaya saing,” tutup Wali Kota Illiza.
Editor: Amiruddin. MK













