Home / Pemko Banda Aceh

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:17 WIB

20 Perajin di Banda Aceh Ikut Pelatihan Kreatif Berbasis Wastra Aceh

mm Redaksi

Banda Aceh – Sebanyak 20 perajin di Kota Banda Aceh mengikuti Pelatihan Bordir Kreatif Berbasis Wastra Aceh selama lima hari dari tanggal 14-18 Juli 2026 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh.

20 peserta dari berbagai gampong ini merupakan pelaku Industri Kecil Menengah dan perajin bordir. Materinya mulai dari pengembangan desain berbasis wastra Aceh, teknik pembuatan pola, praktik membordir, finishing, pengendalian mutu, pengemasan, hingga strategi pemasaran.

Saat membuka pelatihan ini, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengapresiasi kolaborasi Dekranasda dan BPVP sebagai langkah nyata penguatan UMKM. “Saat ini yang dibutuhkan bukan hanya produk yang bagus, tetapi juga produk yang mampu menjawab kebutuhan pasar,” ujarnya.

Baca Juga :  Illiza Lantik 5 Pejabat Eselon II Pemko Banda Aceh, Tekankan Integritas dan Kinerja

Ia menegaskan wastra Aceh bukan sekadar kain. Di dalamnya tersimpan sejarah, nilai budaya, dan jati diri masyarakat.

“Pelestarian budaya akan semakin bermakna apabila mampu menghadirkan kesejahteraan. Ketika motif khas Aceh diolah jadi produk fesyen dan suvenir, maka budaya dan ekonomi dapat tumbuh beriringan,” katanya.

Wali Kota juga memaparkan potensi Banda Aceh yang memiliki 269.552 jiwa penduduk dan 47.460 pelaku UMKM. Dan dalam setahun terakhir, pihaknya telah mampu menurunkan angka kemiskinan dari 6,95 menjadi 5,45 persen.

Baca Juga :  Wali Kota Illiza dan Kapolda Aceh Tanam 10 Ribu Mangrove di Alue Naga Banda Aceh

Pelatihan ini juga merupakan implementasi program Cepat: Ciptakan Ekonomi yang Produktif, Akseleratif, dan Tumbuh, serta sejalan dengan Banda Aceh Academy untuk penguatan SDM aparatur pemerintah dan masyarakat pada umumnya.

Dekranasda Bertekad Cetak Perajin Kreatif dan Berdaya Saing

Ketua Dekranasda Kota Banda Aceh, Amir Ridha, menyampaikan pelatihan ini adalah bentuk komitmen Dekranasda dalam meningkatkan kapasitas SDM sektor kerajinan.

“Kami ingin melahirkan perajin yang mampu menghasilkan karya berkualitas sekaligus memiliki nilai ekonomi tinggi. Pelestarian budaya akan kuat jika memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia turut berharap produk bordir yang lahir dari pelatihan ini memiliki identitas khas Banda Aceh dan mampu menembus pasar lebih luas.

Baca Juga :  Safari Ramadan Perdana, Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Serahkan Bantuan Rp15 Juta di Masjid Oman

Sementara Sekretaris Dekranasda Inayati Sa’aduddin Djamal menambahkan, pelatihan ini khusus untuk perajin yang sudah punya dasar membordir. “Yang kita lakukan adalah meningkatkan keterampilan mereka agar produk yang dihasilkan mampu bersaing bukan hanya di Aceh, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” kata Inayati.

Ia pun menekankan pentingnya penguatan jejaring antar pengrajin agar bisa berkolaborasi memenuhi pesanan dalam jumlah besar.

“Kami berharap bordir berbasis wastra tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga berkembang menjadi produk unggulan yang mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.” (Rid)

Editor: PT MEDIA NOA INDONESIA

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Satgas KTR Banda Aceh Gencarkan Edukasi dan Pengawasan Qanun Kawasan Tanpa Rokok

Pemko Banda Aceh

Jelang Ramadhan 1447 H, Pemko Banda Aceh Gelar Gerakan Pangan Murah di Dua Kecamatan

Pemko Banda Aceh

Illiza Resmikan Kelas Digital AI untuk Guru SD di Banda Aceh

Ekbis

Wali Kota Illiza Terima Audiensi Pimpinan BUMN Area Aceh, Bahas Sinergi untuk Pembangunan Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

Wujudkan Percepatan Transformasi Digital, Kepala BKPSDM Kota Banda Aceh Ajak ASN Manfaatkan Lemari Digital

Kesehatan

Pemko Banda Aceh Percepat Penanganan Stunting dan Implementasi Pergub JKA 2026

Banda Aceh

Kapal Tanker Bermuatan 2 Juta Liter BBM Tiba di Krueng Raya, Pemko Banda Aceh Imbau Warga Tetap Tenang

Advetorial

Illiza Perkuat Posisi Banda Aceh di Forum Internasional UCLG ASPAC