Aceh Barat Daya — Menjelang arus mudik Idul Fitri 2026, Komando Distrik Militer (Kodim) 0110/Abdya mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik.
Imbauan tersebut menekankan pentingnya kesiapan sebelum meninggalkan rumah hingga kewaspadaan selama perjalanan.
Komandan Kodim 0110/Abdya, Letkol Inf Rana Mega Al-Amin, S.I.P, dalam keterangannya mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan hal-hal mendasar yang dapat berdampak pada keamanan dan kenyamanan selama mudik.
“Momentum mudik adalah momen yang dinanti-nanti untuk berkumpul bersama keluarga. Namun, kami mengimbau agar masyarakat tetap mengutamakan faktor keselamatan, baik sebelum berangkat maupun selama dalam perjalanan,” ujar Letkol Inf Rana Mega Al-Amin, Rabu (18/3/2026).
Dalam imbauan tersebut, masyarakat diminta untuk terlebih dahulu memeriksa kondisi rumah sebelum ditinggalkan.
Hal ini meliputi memastikan kompor dalam keadaan mati, aliran listrik aman, serta alat elektronik tidak aktif guna menghindari potensi kebakaran atau kerusakan.
Selain itu, warga juga diingatkan untuk menyimpan barang berharga serta dokumen penting di tempat yang aman. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah risiko kehilangan atau tindak kejahatan selama rumah dalam keadaan kosong.
Kodim 0110/Abdya juga menekankan pentingnya kesiapan kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh. Masyarakat diminta untuk memeriksa kondisi kendaraan secara menyeluruh, termasuk rem, ban, dan mesin.
Tidak hanya itu, pemudik juga diimbau untuk tidak membawa barang secara berlebihan yang dapat membahayakan keselamatan di jalan.
“Pastikan kendaraan dalam kondisi prima. Jangan memaksakan diri jika lelah, dan selalu patuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” lanjutnya.
Dalam upaya mengurangi risiko kecelakaan, pemudik juga dianjurkan untuk memanfaatkan pos pengamanan (Pos PAM) maupun rest area yang tersedia di sepanjang jalur mudik.
Istirahat yang cukup menjadi faktor penting agar pengemudi tetap fokus dan tidak mengalami kelelahan saat berkendara.
Selain itu, masyarakat diminta untuk selalu memperhatikan perkembangan informasi terkait jalur mudik, termasuk kondisi lalu lintas dan potensi gangguan di perjalanan.
Kodim juga mengingatkan pentingnya komunikasi dengan aparat terdekat.
Pemudik dianjurkan untuk melaporkan rencana perjalanan mudik kepada Koramil atau satuan kewilayahan (Satkowil) setempat sebagai bentuk koordinasi dan upaya peningkatan keamanan.
Menurut Letkol Rana, sinergi antara masyarakat dan aparat sangat dibutuhkan dalam menciptakan suasana mudik yang aman dan kondusif.
“Kami berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan aparat di wilayah masing-masing,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pihak TNI, khususnya Kodim 0110/Abdya, siap mendukung kelancaran arus mudik melalui koordinasi dengan instansi terkait, seperti kepolisian dan pemerintah daerah.
Di sisi lain, masyarakat mengaku bahwa informasi tersebut sangat membantu dalam mempersiapkan perjalanan mudik dengan lebih matang.
“Imbauan seperti ini sangat penting, terutama bagi kami yang akan menempuh perjalanan jauh. Jadi lebih ingat untuk cek rumah dan kendaraan sebelum berangkat,” ujar salah satu warga Abdya, Mustafa.
Dengan meningkatnya volume kendaraan selama arus mudik, risiko kecelakaan dan gangguan keamanan memang menjadi perhatian utama.
Oleh karena itu, kesadaran masyarakat dalam mematuhi imbauan menjadi kunci utama dalam menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman.
Kodim 0110/Abdya berharap, melalui sosialisasi ini, masyarakat dapat lebih waspada dan tidak mengabaikan aspek keselamatan.
Dengan demikian, tujuan mudik untuk bersilaturahmi dengan keluarga dapat tercapai tanpa kendala berarti.
“Harapan kami sederhana, masyarakat bisa sampai ke kampung halaman dengan selamat dan kembali juga dalam keadaan sehat. Mudik aman, keluarga nyaman,” tutup Letkol Inf Rana Mega Al-Amin.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar











