Home / Aceh Besar

Senin, 23 Maret 2026 - 14:57 WIB

THR dan Gaji ke-13 Guru Aceh Besar Belum Dibayar, Pengamat Desak APH Usut Dugaan Penyimpangan

mm Redaksi

Pengamat politik M. Nur memberi pernyataan mengenai polemik keterlambatan pembayaran hak guru di Aceh Besar, Minggu (22/3/2026). Foto: Dok. Istimewa

Pengamat politik M. Nur memberi pernyataan mengenai polemik keterlambatan pembayaran hak guru di Aceh Besar, Minggu (22/3/2026). Foto: Dok. Istimewa

Aceh Besar – Polemik belum dibayarkannya THR dan gaji ke-13 guru di Kabupaten Aceh Besar kian memanas. Pengamat politik M. Nur melontarkan kritik keras dan mendesak aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan mengusut dugaan penyimpangan anggaran yang dinilai merugikan para guru.

Menurut M. Nur, persoalan ini tidak bisa lagi dianggap sekadar kendala administratif. Ia menilai ada indikasi “permainan” dalam pengelolaan anggaran, mengingat dana tersebut disebut telah masuk ke kas daerah sejak akhir Desember 2025, namun hingga kini belum disalurkan kepada para guru.

Baca Juga :  PAN Aceh Besar Resmi Buka Pendaftaran Bacabup dan Bacawabup Pilkada 2024

“Kalau dananya sudah ada, lalu kenapa tidak dibayarkan? Ini bukan lagi soal teknis, tapi soal tanggung jawab dan potensi penyimpangan,” tegasnya, Minggu (22/03/2026).

Ia mengaku menerima banyak laporan dari para guru di Aceh Besar yang belum menerima hak mereka, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan ekonomi menjelang Makmeugang dan Idul Fitri.

Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan, mengingat peran guru sebagai ujung tombak pendidikan, yang kerap mengabdi di tengah berbagai keterbatasan.

“Pemerintah seharusnya hadir melindungi dan memenuhi hak guru, bukan membiarkan mereka menunggu tanpa kepastian. Ini bentuk kelalaian serius,” ujarnya.

Baca Juga :  DPRK Aceh Besar Dukung Program Beuet Kitab Bak Sikula untuk Perkuat Pendidikan Agama Siswa

M. Nur juga mengingatkan Bupati serta Kepala Dinas Pendidikan Aceh Besar agar tidak meremehkan persoalan ini. Ia menegaskan bahwa hak guru tidak boleh dijadikan objek tawar-menawar.

“Jangan main-main dengan hak guru. Ini menyangkut hajat hidup mereka dan masa depan pendidikan,” katanya.

Kegelisahan para guru di Aceh Besar sendiri terus meningkat. Di saat kebutuhan melonjak menjelang hari besar keagamaan, pembayaran TKD, gaji ke-13, dan THR justru tersendat.

Baca Juga :  Wakili Pj Bupati, Asisten I Buka Rakor Jadwal Kampaye Pemilu 2024 

Ironisnya, dana disebut sudah tersedia, namun masih tertahan dengan alasan proses di Inspektorat.

“Alasan birokrasi tidak bisa terus dijadikan tameng. Jika tidak ada masalah, kenapa harus berlarut-larut? Publik wajar curiga,” sindirnya.

Lebih lanjut, M. Nur mendesak Kepolisian dan Kejaksaan Negeri Aceh Besar segera melakukan penyelidikan. Ia menegaskan, jika ditemukan indikasi pelanggaran, proses hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu.

“APH harus hadir dan mengungkap siapa yang bermain di balik mandeknya dana ini. Jangan sampai kepercayaan publik runtuh,” tutupnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Sekda Pantau Langsung Kantor Camat Sukamakmur Pukul 09.00 WIB, Yang Ada Hanya Satu Tenaga Kontrak

Aceh Besar

Aceh Besar Terima Tambahan Rp 16 M Dana Desa

Aceh Besar

Jelang Idul Fitri, Pj Bupati Aceh Besar Salurkan Bansos untuk Tekon, Lansia, Anak Yatim, dan Fakir Miskin

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Buka Turnamen Oemar Diyan Cup VI

Aceh Besar

TP-PKK Aceh Besar Serahkan Kursi Roda dan Sembako untuk Warga Penyandang Disabilitas

Aceh Besar

Bumdesma Darul Imarah Sejahtera Bukukan Surplus Rp254 Juta pada Tutup Buku 2025

Aceh Besar

Rahmat Aulia Tinjau Air PDAM Keruh di Aceh Besar, Warga Keluhkan Tak Layak Pakai

Aceh Besar

Bupati Syech Muharram Peusijuek 425 Jamaah Calon Haji Aceh Besar