Home / Daerah

Kamis, 9 April 2026 - 11:15 WIB

Relawan SPPG Berjuang Lintasi Sungai, Program MBG di Gayo Lues Tetap Jalan

mm Redaksi

Siswa di Gayo Lues menikmati makanan bergizi gratis, Rabu (8/4/2026). Foto: Dok. BGN

Siswa di Gayo Lues menikmati makanan bergizi gratis, Rabu (8/4/2026). Foto: Dok. BGN

Gayo Lues – Bencana alam berupa banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh tak menyurutkan langkah warga Dusun Benteng, Desa Pertik, Kecamatan Pining, untuk memastikan pemenuhan gizi anak-anak mereka.

Di tengah keterbatasan akses dan infrastruktur yang rusak, warga setempat melakukan gotong royong untuk mendistribusikan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan cara menyeberangi derasnya arus sungai.

Dusun Benteng selama ini dikenal sebagai wilayah pegunungan terpencil dengan akses yang sangat terbatas. Kondisi itu semakin dipersulit dengan bencana alam baru-baru ini yang tidak hanya merusak lahan pertanian warga, tetapi juga memutus jembatan kecil yang menjadi satu-satunya urat nadi mobilitas masyarakat setempat. Akibatnya, sebagian besar aktivitas warga menjadi terganggu.

Baca Juga :  BGN Atur Skema Makan Bergizi Gratis Saat Puasa, Siswa Boleh Bawa Pulang Paket Makanan

Namun, di tengah situasi pascabencana tersebut, kepulan asap dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dusun Benteng dipastikan tetap terlihat sebagai harapan bagi anak-anak yang sedang menempuh pendidikan.

Meski bangunan dapur turut terdampak kerusakan dan peralatan memasak yang tersedia sangat terbatas, dedikasi para kader relawan dan ibu-ibu setempat tidak surut. Setiap harinya, mereka tetap meracik dan memasak menu bergizi lengkap.

Makanan yang telah memenuhi standar gizi tersebut kemudian dikemas rapi ke dalam ompreng untuk segera dibagikan kepada anak-anak sekolah, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita.

Baca Juga :  Program MBG Bantu Gizi Siswa dan Ringankan Beban Ekonomi Keluarga di Aceh

Tantangan terberat bagi para kader relawan dan warga justru berada pada tahap distribusi. Sekolah, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita penerima manfaat MBG berlokasi tepat di seberang sungai, sementara jembatan penghubungnya telah hancur terbawa arus.

Menghadapi rintangan tersebut, relawan secara swadaya menciptakan solusi darurat. Mereka merakit tandu sederhana yang terbuat dari bilah-bilah bambu. Ratusan ompreng berisi makanan bergizi itu diikat kuat di atas tandu, lalu dipikul secara gotong royong.

Dengan penuh kehati-hatian, relawan harus berjalan membelah aliran sungai demi mengantarkan hak gizi anak-anak tepat waktu, pada Rabu (8/4/2026).

Melalui upaya kolektif dan penuh risiko ini, anak-anak sekolah, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita di seberang sungai dipastikan tetap menerima Makanan Bergizi Gratis (MBG) secara rutin.

Baca Juga :  Tak Main-main, Kareg Aceh Pastikan Pengelolaan Program MBG Harus Lebih Baik dan Transparan

Keterisolasian wilayah maupun dampak bencana terbukti tidak menjadi penghalang bagi keberlanjutan program tersebut di ujung Gayo Lues.

Kisah kegigihan dari Dusun Benteng ini menjadi potret nyata bahwa implementasi program MBG mampu menjangkau lapisan masyarakat di kondisi geografis paling pelik sekalipun.

Upaya tak kenal lelah ini sekaligus menjadi fondasi penting dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045, dengan membawa satu prinsip teguh bahwa tidak boleh ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dalam pemenuhan gizinya. []

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Pangdam IM Secara Resmi Tutup Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-117 TA 2023

Daerah

WALHI Aceh: Pemerintah Harus Hormati Sikap Warga Tolak Tambang di Pameu

Daerah

Dana Pemerintah Rp 4 Miliar untuk Kabupaten Terdampak Banjir Rawan Diselewengkan di Aceh Singkil

Daerah

Tidak Masuk dalam Agenda, SAPA Minta Hening Cipta dan Doa Bersama di Pembukaan PON untuk Tu Sop

Aceh Timur

KIP Aceh Timur Ajak Insan Media Bantu Sosialisasi Pilkada Damai 2024

Daerah

Buka Pelatihan Gampong.id, Pj Sekda Simeulue Harap Operator Jadi Pionir Kembangkan Desa

Daerah

Ruang Lingkup Gelar Kegiatan Ruang Hijau Kolaborasi Penaman Maggrove di Manggrove Park Lampulo

Daerah

TNI AD Kebut Pembangunan Hunian Tetap Pascabencana di Aceh Utara