Home / Banda Aceh / Pendidikan

Jumat, 17 April 2026 - 21:59 WIB

PMI UIN Ar-Raniry Gelar Kuliah Umum “Friday Gender Politics”

mm Teuku Nizar

Mahasiswa dan civitas akademika Fakultas Dakwah dan Komunikasi diabadikan bersama pasca kuliah umum. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Mahasiswa dan civitas akademika Fakultas Dakwah dan Komunikasi diabadikan bersama pasca kuliah umum. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Banda Aceh – Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry menggelar kuliah umum bertajuk “Public Policy Analysis and Advocacy: Friday Gender Politics” di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Jumat (17/4/2026).

Ketua panitia, Sanov, membuka kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa agenda ini bertujuan memperluas cakrawala berpikir mahasiswa mengenai dinamika politik dan kebijakan gender yang berkembang di Indonesia.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong mahasiswa agar memahami isu kebijakan publik, khususnya yang berkaitan dengan gender, secara lebih komprehensif,” ujarnya.

Baca Juga :  Pensus Gubernur Aceh Bidang Pendidikan, Fauzan Azima Luncurkan Buku "Sang Gerilyawan" di Jakarta

Ketua Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam, Dr. Rasyidah, M.Ag., menekankan pentingnya pemahaman kritis dalam membaca kontestasi kebijakan di ruang publik.

Ia menilai literasi kebijakan gender menjadi bekal utama bagi mahasiswa untuk berperan aktif di tengah masyarakat.

“Mahasiswa PMI harus memiliki ketajaman dalam menganalisis kebijakan, terutama pasca-Reformasi di mana isu gender semakin kompleks. Kami berharap diskusi ini melahirkan pemikiran baru yang dapat diimplementasikan dalam pengabdian masyarakat,” kata Rasyidah.

Baca Juga :  Boot Camp Jurnalis Pertama Pererat Hubungan Media Indonesia dengan Misi Penjaga Perdamaian

Kuliah umum ini menghadirkan Dr. M. Ammar Hidayatulloh dari Centre for International Conflict Analysis and Management, Radboud University Nijmegen, sebagai pemateri utama.

Ia memaparkan materi tentang “Kontestasi Kebijakan Gender di Indonesia Pasca-Reformasi” serta menjelaskan bagaimana tarik-ulur kepentingan politik memengaruhi lahirnya kebijakan.

Dr. Ammar juga menguraikan berbagai dinamika yang muncul setelah Reformasi, termasuk perubahan regulasi dan tantangan dalam implementasi kebijakan yang berpihak pada kelompok rentan.

Baca Juga :  Mahasiswa STISIP Al Washliyah Banda Aceh Ikuti Pembekalan KPM

Mahasiswa dan civitas akademika Fakultas Dakwah dan Komunikasi mengikuti kegiatan ini dengan antusias.

Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait realitas lapangan, khususnya tentang perlindungan hukum dan pemberdayaan perempuan di tingkat akar rumput.

Kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengaitkannya dengan praktik di masyarakat.

Prodi PMI UIN Ar-Raniry berharap kegiatan serupa terus berlanjut dengan menghadirkan pakar internasional guna meningkatkan kualitas akademik di lingkungan fakultas.

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Plt. Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Aceh Menyampaikan Ucapan Selamat Hari Guru Nasional 2025

Pendidikan

MAA Aceh Punya Peran Dalam Memberikan Hak-hak Adat Masyarakat

Advetorial

Generasi Z di Banda Aceh Incar Lowongan Kerja Digital dan Kreatif

Pendidikan

Lulus Cumlaude, Achmad Taufan Soedirdjo Angkat Isu Rekrutmen Hakim Mahkamah Konstitusi Oleh Panel Ahli Melalui Lembaga Perwakilan

Pendidikan

Universitas Borobudur Terima Kunjungan Delegasi Chinese Service Center for Scholarly Exchange, Kementerian Pendidikan Tiongkok

Pendidikan

Kadisdik Aceh Harap Lulusan SMAN 7 jadi Generasi Sukses

Banda Aceh

Gelar Razia di Sejumlah Titik, Polresta Amankan Belasan Sepmor

Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Canangkan Gampong Kopelma Darussalam sebagai Gampong Peduli ATM (AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria)