Aceh Barat Daya – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Desa Kayee Aceh, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya, pada Kamis (16/4/2026) malam.
Akibat hujan deras tersebut memicu terjadinya tanah longsor yang menimpa satu unit rumah warga di Dusun Krueng Baru.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB dan langsung mendapat respons cepat dari aparat setempat.
Berdasarkan informasi dari Kapolsubsektor Lembah Sabil, Iptu Sufriadi Husaini, hujan mulai turun sejak pukul 18.30 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 21.00 WIB.
“Curah hujan yang tinggi membuat kondisi tanah menjadi labil, sehingga memicu longsor di area pemukiman warga,” katanya.
Sekitar pukul 20.59 WIB, personel piket Polsubsektor Lembah Sabil memperoleh informasi melalui grup komunikasi Basecamp Tiga Pilar Kecamatan Lembah Sabil.
“Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Keuchik Desa Kayee Aceh yang menginformasikan adanya longsor yang menimpa rumah warga,” sebutnya.
Mendapatkan laporan tersebut, personel piket Polsubsektor Lembah Sabil bersama personel piket Koramil 09 Lembah Sabil segera bergerak menuju lokasi kejadian.
“Aparat tiba di lokasi dalam waktu relatif singkat untuk memastikan kondisi di lapangan serta memberikan bantuan awal kepada warga yang terdampak,” katanya.
Ia menyebutkan, rumah yang terdampak longsor milik Anizar (59), seorang sopir yang berdomisili di Dusun Krueng Baru.
Material tanah yang longsor mengenai bagian rumah sehingga menyebabkan kerusakan cukup signifikan.
“Meski kejadian tersebut menimbulkan kerugian material, kami memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” katanya.
“Hal ini menjadi kabar yang cukup melegakan mengingat longsor terjadi pada malam hari saat sebagian besar warga berada di dalam rumah,” sambungnya.
Sufriadi memperkirakan kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp25 juta.
“Kerusakan meliputi bagian bangunan rumah yang tertimpa material tanah serta beberapa perabotan yang ikut terdampak,” jelasnya.
Di lokasi kejadian, aparat bersama warga langsung melakukan langkah-langkah penanganan awal.
Mereka membersihkan material longsor secara gotong royong untuk mencegah dampak yang lebih luas.
Selain itu, aparat juga melakukan pendataan terhadap kerusakan yang terjadi sebagai bagian dari upaya penanganan lanjutan.
Petugas dari Polsubsektor dan Koramil juga memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar agar meningkatkan kewaspadaan, terutama selama musim hujan dengan intensitas tinggi.
Mereka mengingatkan warga untuk memperhatikan kondisi lingkungan, khususnya bagi yang tinggal di daerah rawan longsor.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi bencana alam, terutama saat curah hujan tinggi. Jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan, segera laporkan kepada aparat setempat,” ujar Sufriadi.
Wilayah Kecamatan Lembah Sabil sendiri dikenal memiliki beberapa titik rawan longsor, terutama di daerah dengan kontur tanah berbukit dan struktur tanah yang mudah tergerus air.
Kondisi ini membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati, terutama saat cuaca ekstrem melanda.
Selain faktor curah hujan, kurangnya vegetasi penahan tanah juga dapat memperparah risiko longsor.
Oleh karena itu, upaya mitigasi seperti penanaman pohon serta penguatan struktur tanah menjadi langkah penting untuk mengurangi potensi bencana serupa di masa mendatang.
Pemerintah desa setempat juga dapat terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pemetaan wilayah rawan bencana.
Edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah mitigasi juga menjadi hal yang sangat penting agar warga dapat lebih siap menghadapi kondisi darurat.
Warga sekitar lokasi kejadian mengaku cukup terkejut dengan peristiwa tersebut.
Mereka tidak menyangka hujan yang turun selama beberapa jam dapat memicu longsor yang berdampak langsung pada permukiman.
“Kami berharap ada perhatian lebih untuk penanganan daerah rawan longsor di sini, supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ungkap Abdul salah seorang warga setempat.
Saat ini, kondisi di lokasi kejadian sudah mulai kondusif.
Aparat bersama masyarakat terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam.
Dengan kerja sama antara aparat, pemerintah, dan masyarakat, risiko serta dampak dari bencana dapat berkurang.
Ke depan, langkah-langkah preventif seperti peningkatan sistem peringatan dini dan penguatan infrastruktur.
Serta kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman bencana.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar












