Home / Aceh Barat Daya / Pemerintah

Kamis, 23 April 2026 - 19:11 WIB

Perayaan HUT Abdya ke-24 Dongkrak Ekonomi Rakyat

mm Teuku Nizar

Cek Dar dan Adioen. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.kd

Cek Dar dan Adioen. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.kd

Aceh Barat Daya – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) ke-24 tahun ini tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

Berbagai perhelatan kegiatan yang oleh Pemerintah Kabupaten Abdya berhasil menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan, terutama bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat desa.

Sejumlah agenda seperti lomba memasak antar kecamatan, fun walk, tradisi memasak lemang, merajut ketupat, hingga pameran produk UMKM dan pentas seni budaya menjadi daya tarik utama dalam rangkaian perayaan tersebut.

Aktivitas ini tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dari berbagai lapisan.

Koordinator KOBaR Abdya, RS Darmansyah, mengungkapkan bahwa kegiatan pemerintah daerah telah menciptakan efek domino terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.

Salah satu contoh yang paling terlihat adalah tingginya permintaan bahan baku untuk kegiatan “Meuseuraya Toet Lemang” yang menjadi ikon dalam perayaan tahun ini.

“Permintaan buluh lemang meningkat drastis. Kegiatan Meuseuraya Toet Lemang mencapai 17.000 batang lemang dan 35.000 bungkus tape. Ini angka yang sangat besar dan berdampak langsung ke masyarakat,” ujar Darmansyah.

Baca Juga :  Setahun Kepemimpinan SALEM Bawa Dampak Nyata bagi Aceh Jaya

Menurutnya, kebutuhan bahan baku seperti bambu (buluh lemang), kelapa, dan daun pisang mengalami lonjakan signifikan.

Hal ini memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat desa, terutama ibu-ibu rumah tangga yang ikut terlibat dalam proses produksi.

“Ibu-ibu di desa terlihat sangat bergairah. Mereka mendapatkan penghasilan tambahan dari penjualan buluh lemang, santan kelapa, hingga daun pisang. Ini bukti bahwa kegiatan seperti ini mampu menghidupkan ekonomi rakyat,” tambahnya.

Tidak hanya sektor kuliner tradisional, pameran produk UMKM juga menjadi magnet tersendiri.

Berbagai produk lokal seperti kerajinan tangan, makanan khas, hingga memperlihatkan hasil olahan rumah tangga secara langsung kepada pengunjung.

Interaksi antara pelaku UMKM dan konsumen memberikan ruang promosi yang efektif sekaligus meningkatkan penjualan.

Selain itu, lomba memasak antar kecamatan dan kegiatan merajut ketupat turut melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Kegiatan tersebut tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menciptakan peluang usaha berbasis kearifan lokal.

Banyak peserta yang memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan produk dan keahlian mereka kepada publik yang lebih luas.

Baca Juga :  Kepala Bappeda Aceh Besar Tekankan Pentingnya Pelayanan Publik Terpadu

Tokoh KOBaR lainnya, Adoen Elizar Lizam, turut memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Abdya dalam menyusun rangkaian kegiatan HUT yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.

“Kita angkat topi kepada Pemkab Abdya. Penyelenggaraan kegiatan tidak hanya seremonial, tetapi mampu menggerakkan ekonomi rakyat kecil di Bumi Sigupai,” ujarnya.

Ia berharap konsep perayaan seperti ini dapat terus mempertahankan dan mengembangkan di masa mendatang.

Menurutnya, kegiatan berbasis masyarakat dan budaya lokal memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

“Ke depan, kita berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan. Ini bisa menjadi stimulus bagi masyarakat untuk terus produktif dan kreatif dalam mengembangkan usaha mereka,” lanjutnya.

Pentas seni budaya yang digelar pada malam penutupan juga memberikan ruang bagi para seniman lokal untuk tampil dan menunjukkan kreativitas mereka.

Kehadiran pengunjung dari berbagai wilayah turut meningkatkan transaksi ekonomi, mulai dari penjualan makanan, minuman, hingga produk kerajinan.

Baca Juga :  Ratusan WNI Terancam Hukuman Mati

Perayaan HUT Abdya ke-24 menjadi contoh bagaimana sebuah agenda daerah dapat dirancang tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk memberikan manfaat ekonomi yang luas.

Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha lokal menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan dampak positif tersebut.

Dengan pendekatan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, kegiatan seperti ini mampu memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.

Perputaran uang yang terjadi selama perayaan menunjukkan bahwa sektor informal memiliki potensi besar jika pengelolaanya dengan baik.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan ekonomi tidak selalu harus bergantung pada sektor besar.

Justru, kekuatan ekonomi daerah sering kali terletak pada aktivitas masyarakat kecil yang produktif dan kreatif.

Perayaan HUT Abdya tahun ini berhasil membuktikan bahwa budaya, tradisi, dan ekonomi dapat berjalan beriringan.

Ketika kegiatan melibatkan masyarakat secara langsung, merasakan manfaatnya secara nyata dan merata.

Ke depan, model perayaan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan potensi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Daerah

Usai Pilkada Simeulue, Sorotan Tertuju ke Kursi Sekda, Tiga Nama Muncul ke Publik

Pemerintah

Kontingen Nagan Raya Ramaikan Pawai Budaya di PKA-8

Parlementaria

DPRA Dorong Pembangunan Berkelanjutan Pasca 20 Tahun MoU Helsinki Demi Masa Depan Aceh

Aceh Besar

Ketua DPRK Aceh Besar Bangga Pemkab Raih Opini WTP ke-12 Kali Berturut-turut

Aceh Besar

Cut Rezky Dampingi Pj Ketua TP PKK Aceh Kunjungi dan Bantu Korban Kebakaran di KBJ

Aceh Barat

Wakil Bupati Aceh Barat Pimpin Upacara Harkitnas ke-117, Tekankan Pentingnya Semangat Persatuan

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Resmikan Portal Parkir Pasar Induk Lambaro, Arus Lalu Lintas Lebih Tertib

Aceh Barat Daya

18 Unit RTLH Dibangun, Darmansah: Sumber Dana APBK dan CSR