Home / Pemerintah Aceh / Wali Nanggroe Aceh

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:13 WIB

Wali Nanggroe Kukuhkan Pengurus MAA 2026–2031, Tegaskan Peran Strategis Adat Aceh

mm Redaksi

Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al Haytar mengukuhkan pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) masa bakti 2026–2031 di Pendopo Wali Nanggroe, Banda Aceh, Sabtu (9/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al Haytar mengukuhkan pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) masa bakti 2026–2031 di Pendopo Wali Nanggroe, Banda Aceh, Sabtu (9/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haytar, mengukuhkan pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) masa bakti 2026–2031 dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Pendopo Wali Nanggroe, Sabtu (9/5/2026).

Dalam sambutannya, Wali Nanggroe menegaskan bahwa amanah yang diemban pengurus baru bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab besar dalam menjaga marwah adat Aceh sebagai warisan leluhur.

“Amanah ini bukan sekadar jabatan organisasi, tetapi tanggung jawab besar untuk menjaga marwah adat Aceh sebagai warisan luhur indatu kita,” ujarnya.

Baca Juga :  Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas

Ia menjelaskan, Aceh dibangun di atas nilai agama, adat, dan budaya yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam falsafah Aceh “Adat bak Po Teumeureuhom, hukom bak Syiah Kuala” yang menggambarkan keterpaduan adat dan hukum dalam kehidupan sosial masyarakat.

Menurut Malik Mahmud, Majelis Adat Aceh memiliki peran penting dalam memastikan adat tidak hanya menjadi simbol atau seremoni, tetapi benar-benar hidup dan menjadi pedoman dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Gubernur Aceh dalam Kondisi Sehat dan Baik

“Adat harus mampu memperkuat persatuan, menjaga jati diri bangsa Aceh, dan menjadi solusi bijaksana dalam kehidupan masyarakat,” katanya.

Ia juga meminta kepengurusan baru MAA untuk memperkuat kelembagaan adat hingga ke tingkat gampong serta menjalin sinergi dengan pemerintah, ulama, dan generasi muda agar nilai-nilai adat tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga :  Kampanye Gemarikan, Kak Na Borong Jajanan Sehat di Market Day MIN Model Banda Aceh

Selain itu, Wali Nanggroe menekankan pentingnya pelestarian sejarah, bahasa, dan budaya Aceh kepada generasi muda agar tidak tergerus modernisasi.

“Kita harus memastikan generasi muda memahami akar budayanya sendiri, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budayanya,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Malik Mahmud mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk terus menjaga persatuan serta merawat perdamaian Aceh yang telah terbangun selama ini.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Gubernur Mualem Dorong Penguatan Tata Kelola Hutan Aceh, Dapat Dana REDD+ Rp27 Miliar

Pemerintah Aceh

Biro PBJ Aceh Gelar Rapat Persiapan Sosialisasi Peningkatan Kompetensi KPA dan PPK

Pemerintah Aceh

Gubernur Mualem Bahas Tindak Lanjut Pembangunan Terowongan Geurutee dan Jalan Tol dengan Menteri PU

Daerah

Pemerintah Aceh Optimalkan Distribusi Logistik Bencana via Udara, Darat, dan Laut

Pemerintah Aceh

Armiyadi: Kontribusi Perusahaan untuk Bencana Alam Bukan Sekadar Imbauan, Tapi Amanat Undang-Undang

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Pimpin Rapat Penyusunan R3P Pascabencana Hidrometeorologi di 18 Kabupaten/Kota

Wali Nanggroe Aceh

Wali Nanggroe Minta Kabupaten/Kota Utamakan Pengelolaan Lingkungan dan Tata Ruang

Berita

Proyek Tol Sigli–Banda Aceh Tersendat, Warga Protes Akibat Kekacauan Data Ganti Rugi Tanam Tumbuh