Home / Advetorial / Banda Aceh

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:53 WIB

Gerakan Pangan Murah di Banda Aceh Digenjot untuk Tekan Inflasi Jelang Idul Adha

mm Redaksi

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal, menghadiri gerakan pangan murah di Banda Aceh, Rabu (13/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal, menghadiri gerakan pangan murah di Banda Aceh, Rabu (13/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah potensi tekanan inflasi menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah melalui Gerakan Pangan Murah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama di saat permintaan bahan pangan cenderung meningkat.

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah menyebut kondisi menjelang hari besar keagamaan kerap memicu kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di pasar. Karena itu, pemerintah daerah hadir melalui berbagai intervensi untuk menekan laju inflasi agar tidak berdampak langsung pada masyarakat.

“Kegiatan pangan murah ini rutin kami lakukan di beberapa kecamatan. Namun karena menjelang Idul Adha, kami berharap kegiatan ini bisa membantu mengurangi dampak inflasi dan menjaga harga tetap stabil. Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat untuk memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau,” ujar Afdhal, Rabu (13/5/2026).

Baca Juga :  Keren! Tiga Agenda Wisata Aceh Masuk Kharisma Event Nusantara 2022

Menurutnya, stabilitas harga pangan tidak hanya penting untuk menjaga daya beli, tetapi juga untuk mencegah gejolak pasar yang bisa terjadi akibat lonjakan permintaan dalam waktu singkat. Pemerintah, kata dia, perlu menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan Pemko Banda Aceh melalui Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh menjadi instrumen pengendalian harga di tingkat konsumen.

Baca Juga :  PHRI Aceh Dorong Transformasi Digital dan Pariwisata Syariah di Rakerda 2025

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli paket sembako dengan harga Rp165 ribu, jauh di bawah harga normal yang telah mencapai lebih dari Rp200 ribu per paket. Selisih harga ini ditopang oleh subsidi pemerintah sebesar Rp50 ribu per paket.

Afdhal menjelaskan, sebanyak 1.200 paket sembako disediakan dalam kegiatan tersebut. Pemerintah juga berencana melanjutkan pelaksanaan program serupa ke sejumlah kecamatan lain dalam waktu dekat untuk memperluas dampaknya terhadap stabilitas harga.

Ia menegaskan, Gerakan Pangan Murah tidak hanya bersifat bantuan jangka pendek, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah dalam meredam tekanan inflasi yang dapat muncul akibat dinamika pasar menjelang hari besar keagamaan.

Baca Juga :  Pangdam IM Resmikan Ground Breaking dan Penyerahan Dana Rehab Masjid Baiturrahim Ulee Lheue

Selain itu, program ini juga diharapkan mampu menjaga psikologis pasar agar tidak terjadi spekulasi harga yang berlebihan dari pelaku usaha di tingkat distribusi.

Afdhal turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang berjalan tertib dan lancar, termasuk pengaturan antrean masyarakat yang dinilai baik.

“Saya mengapresiasi seluruh panitia dan pihak terkait karena kegiatan berjalan tertib dan antrian masyarakat juga teratur. Mudah-mudahan program ini bisa terus berjalan karena sangat bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ia berharap dukungan masyarakat dan seluruh pihak dapat memperkuat keberlanjutan program ini, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih fluktuatif, sehingga stabilitas harga pangan di Banda Aceh tetap terjaga. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan, OJK Aceh Gelar Gerakan Nasional Cerdas

Advetorial

Disbudpar Aceh dan Wujud Impian ‘Kawom Teater Aceh’ di Pentas Nasional

Advetorial

Kalanami Resort, Destinasi Wisata Baru di Takengon yang Menyatu dengan Alam Sungai Peusangan

Advetorial

Raih Juara Satu NSDC Tingkat Provinsi, Siswa Banda Aceh Tampil di Nasional

Advetorial

Diskop UKM Aceh Luncurkan Buku Lika-liku Membangun Usaha

Banda Aceh

Jamaluddin Idham: Pengeroyokan di Masjid Sibolga Tindakan Biadab, Negara Tidak Boleh Diam!

Banda Aceh

Kafilah MTQ Kota Banda Aceh Turut Memeriahkan Pawai Ta’aruf di Pidie Jaya

Advetorial

Terkait Kebijakan Impor, Disperindag Aceh Gelar Sosialisasi