Banda Aceh – Tindak lanjut dari kegiatan Kick Off Scale Up Bisnis Pelaku Parfum yang dilaksanakan di Hermes Palace Hotel pada 23 April 2026 oleh Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama Direktur ILO Indonesia, kini memasuki tahap pelatihan lanjutan bagi para pelaku usaha parfum di Kota Banda Aceh.
Sebanyak 20 pelaku usaha parfum mengikuti pelatihan yang berlangsung mulai tanggal 4 hingga 13 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Negeri 3 Banda Aceh dan kawasan Kanto Kopi Peunayong, Banda Aceh.
Pada sesi pelatihan tersebut, materi yang diangkat adalah Tes Aroma DNA Parfum dengan narasumber Bapak Fakhrul selaku Founder Fakhrul Oud. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai karakter aroma, identitas parfum, hingga teknik mengenali DNA parfum sebagai bagian penting dalam pengembangan produk dan branding usaha parfum lokal.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas, kreativitas, dan daya saing pelaku usaha parfum di Banda Aceh sehingga dapat berkembang menjadi bisnis.
Salah seorang peserta pelatihan yang dikonfirmasi media ini Farizal, mengaku sangat beruntung mendapat kesempatan mengikuti pelatihan tersebut dan berharap mendapat ragam ilmu untuk selanjutnya mengaplikasikan dalam menjalankan usahanya.
“Kami sangat serius mengikuti pelatihan ini, metode dan cara pemaparannya mudah kami mengerti,” ujar Farizal
Sebelumnya Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Banda Aceh, Fahmi menjelaskan Pemko Banda Aceh terus berupaya untuk mendorong para pelaku UMKM dalam mengasah skill, sehingga produk yang dihasilkan berkualitas tinggi dan memiliki nilai saing yang sebagaimana diharapkan.
“Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah untuk meningkatkan keahlian pelaku UMKM sehingga usaha yang digeluti benar benar memiliki kualitas yang baik dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen di wilayah usahanya dan bila perlu menjadi produsen hingga keluar daerah, ” katanya.
Sebagai informasi, Usaha farfume merupakan salah satu usaha yang sedang marak dikembangkan para generasi muda di Aceh, karena dinilai usaha tersebut tinggi permintaan pasar dan tidak mudah kadaluarsa.
Meski saat ini, bibit farfum banyak yang didatangkan dari luar Banda Aceh, tetapi sejumlah bahan baku racikan Farfume tersedia di lokal. (Adv)
Editor: Amiruddin. MK











