Banda Aceh — Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat berbagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah sejumlah tantangan pengendalian inflasi yang masih dihadapi daerah.
Di bawah kepemimpinan Illiza Sa’aduddin Djamal, berbagai program pengendalian inflasi terus dijalankan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses kebutuhan pokok dengan harga yang stabil dan terjangkau.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal melalui Kepala Bagian Ekonomi Pemerintah Kota Banda Aceh, Harisman, menyampaikan bahwa meskipun tren inflasi di Banda Aceh menunjukkan perkembangan yang positif, sejumlah tantangan masih memerlukan perhatian serius.
Menurutnya, salah satu tantangan utama adalah belum tersedianya cadangan stok pangan atau buffer stock yang memadai untuk mengantisipasi gangguan pasokan saat terjadi kondisi tertentu seperti bencana alam, gangguan distribusi, maupun lonjakan kebutuhan masyarakat.
“Ketersediaan cadangan stok menjadi hal penting untuk menjaga kestabilan pasokan dan mengantisipasi gejolak harga di pasaran,” ujar Harisman, dikutip Selasa (19/2026).
Selain itu, Banda Aceh juga masih menghadapi ketergantungan pasokan sejumlah kebutuhan pokok dari luar daerah. Kondisi tersebut membuat daerah rentan terhadap gangguan distribusi maupun kenaikan biaya transportasi yang dapat memengaruhi harga di tingkat konsumen.
Meski demikian, Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat berbagai langkah antisipatif melalui koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemantauan harga secara berkala, serta penguatan berbagai program stabilisasi pasar.
Pemerintah berharap langkah tersebut mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mempertahankan stabilitas ekonomi daerah secara berkelanjutan. (Adv)
Editor: RedaksiReporter: Redaksi











