Home / News

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:12 WIB

SMSI Pidie Ingatkan Dapur Redaksi Jadi Penjaga Akurasi

mm Amir Sagita

Sekretaris SMSI Kabupaten Pidie, Teuku Satria Mahmud

Sekretaris SMSI Kabupaten Pidie, Teuku Satria Mahmud

Sigli – Arus informasi digital yang bergerak cepat dinilai membawa tantangan besar bagi dunia pers. Di tengah derasnya penyebaran informasi melalui media sosial, insan pers diingatkan agar tidak mengorbankan akurasi demi kecepatan tayang berita.

Sekretaris Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pidie, Teuku Satria Mahmud, menegaskan media dan wartawan harus tetap menjunjung profesionalisme serta memegang teguh kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugas.

“Informasi hari ini bergerak sangat cepat. Namun jangan sampai karena mengejar kecepatan, media mengabaikan akurasi dan verifikasi berita,” kata Teuku Satria Mahmud, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga :  Kapolres AKBP Nanang Santuni Duafa dan Anak Yatim di Paya Bakong

Menurutnya, tantangan utama media saat ini bukan hanya menyajikan informasi dengan cepat, tetapi juga memastikan setiap informasi yang diterima publik telah melalui proses pengecekan yang ketat.

Dalam konteks itu, ia menilai dapur redaksi memiliki peran strategis sebagai pintu terakhir penyaringan informasi sebelum dipublikasikan kepada masyarakat. Redaksi, kata dia, harus jeli menilai setiap bahan berita yang dikirim wartawan dari lapangan agar tidak menimbulkan polemik akibat informasi yang belum terverifikasi.

“Dapur redaksi harus benar-benar jeli dan teliti mengontrol berita yang dikirim wartawan. Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya langsung dipublikasikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pangdam Iskandar Muda Ucapkan Selamat HUT Ke-32 TVRI Aceh

Teuku Satria juga mengingatkan perusahaan pers agar terus memperkuat pengawasan internal dengan mengedepankan standar kerja jurnalistik sesuai Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Ia menekankan wartawan tidak semestinya membuat pemberitaan yang bersifat tendensius atau diarahkan untuk menyerang pihak tertentu. Menurutnya, fungsi utama pers ialah menghadirkan fakta serta memberikan informasi yang benar dan berimbang kepada publik.
“Tugas wartawan adalah menyampaikan fakta dan informasi yang benar kepada publik, bukan membuat berita tendensius atau menyerang pribadi seseorang,” katanya.

Baca Juga :  Gelar Razia di Sejumlah Titik, Polresta Amankan Belasan Sepmor

Di tengah maraknya hoaks dan informasi tanpa sumber yang jelas, profesionalisme insan pers menjadi salah satu kunci menjaga kepercayaan masyarakat terhadap media.

Karena itu, Teuku Satria berharap wartawan tetap menjaga integritas, independensi, serta mengedepankan prinsip check and recheck dalam setiap proses pemberitaan.

“Media harus menjadi penjernih informasi di tengah maraknya hoaks dan informasi yang tidak jelas sumbernya,” pungkasnya.

Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita

Share :

Baca Juga

Daerah

Satgas PRR Dorong Pemda Pendataan langsung bagi Rumah Warga Terdampak Bencana

Berita

Kakorlantas Polri: Perkuat Sinergi Tiga Pilar Samsat, Hindari Konflik Demi Pelayanan Prima

Nasional

Bakamla RI Dapat Hibah Kapal Patroli dari Jepang

Banda Aceh

IPMA KLuT: WPR Kluet Tengah Adalah Hak Rakyat Atas Kekayaan Alamnya

Nasional

Ancaman Lumpur Sidoarjo Nyata, Bambang Haryo Minta Mitigasi Maksimal

News

Firda Rini, Mahasiswi Aceh Selatan Berhasil Meraih Kesempatan Belajar di Amerika Serikat

News

Pemerintah Aceh Tampung Aspirasi Pegawai Kontrak Tuntut Pengangkatan Sebagai PPPK Penuh Waktu

Aceh Barat Daya

Masyarakat Alue Pisang Santuni 35 Anak Yatim-Piatu