Banda Aceh — Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan warga miskin dan rentan secara berkelanjutan.
Berbagai program disiapkan tidak hanya untuk membantu masyarakat bertahan di tengah tekanan ekonomi, tetapi juga mendorong lahirnya kemandirian ekonomi keluarga melalui penguatan keterampilan, pengembangan usaha, dan perluasan akses pasar.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal melalui Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Sukmawati, menyampaikan bahwa pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu fokus penting pemerintah dalam penanganan kemiskinan di Kota Banda Aceh.
“Pemerintah Kota Banda Aceh melaksanakan berbagai program pemberdayaan ekonomi untuk meningkatkan kemandirian masyarakat miskin dan rentan agar mampu meningkatkan pendapatan keluarga secara berkelanjutan,” ujar Sukmawati, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, program yang dijalankan meliputi pelatihan keterampilan kerja dan usaha produktif yang dirancang sesuai kebutuhan masyarakat serta peluang usaha yang berkembang.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan stimulan usaha mikro guna membantu masyarakat memulai maupun mengembangkan usaha kecil yang dimiliki.
Tidak hanya sebatas bantuan modal, Pemko Banda Aceh juga memberikan pendampingan pengembangan usaha keluarga agar masyarakat memiliki kemampuan mengelola usaha secara lebih baik dan berdaya saing.
“Pendampingan dilakukan agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan,” katanya.
Pemerintah Kota Banda Aceh juga memfasilitasi akses pemasaran produk usaha masyarakat melalui berbagai kegiatan promosi, kolaborasi lintas sektor, serta dukungan terhadap pengembangan usaha mikro lokal.
Menurut Sukmawati, sinergi dengan berbagai pihak terus diperkuat untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, termasuk melalui kerja sama dengan pelaku usaha, lembaga sosial, dan komunitas pemberdayaan masyarakat.
Program tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat keluar dari lingkaran kemiskinan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial. “Pemerintah ingin masyarakat memiliki kapasitas, keterampilan, dan peluang usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga secara mandiri,” tutupnya. (Adv)
Editor: RedaksiReporter: Redaksi











