BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat langkah percepatan penanganan stunting melalui penguatan kolaborasi lintas sektor sebagai upaya melahirkan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing di masa mendatang.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi percepatan penanganan stunting bersama sejumlah isu kesehatan prioritas lainnya yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin, di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Banda Aceh, pada Kamis (2/4/2026).
Rapat tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG), Diskominfotik, serta sejumlah OPD terkait lainnya.
Dalam arahannya, Dikutip media ini, Senin (18/5/2026), Jalaluddin menegaskan bahwa penanganan stunting menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Menurutnya, upaya menekan prevalensi stunting membutuhkan langkah yang terintegrasi dan melibatkan seluruh pihak.
“Kami harus terus berinovasi dan berkolaborasi dalam mewujudkan sistem kesehatan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Jalaluddin.
Ia menekankan, pemenuhan indikator kesehatan masyarakat harus terus diperkuat, mulai dari peningkatan usia harapan hidup, penurunan angka kematian ibu, hingga pengendalian prevalensi stunting.
Pemerintah Kota Banda Aceh menilai penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan persoalan kesehatan semata, tetapi juga erat kaitannya dengan aspek sosial, ekonomi, akses pelayanan kesehatan, serta pola hidup masyarakat.
“Karena itu, keterlibatan lintas sektor dinilai menjadi kunci agar program penanganan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Sementara itu, BP3AP2KB Kota Banda Aceh, Tiara Sutari AR menyampaikan bahwa berbagai langkah mitigasi dan penguatan sistem kesehatan terus dipersiapkan guna mendukung peningkatan layanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Menurutnya, kolaborasi antar lembaga akan menjadi faktor penting dalam mendorong tercapainya target pembangunan kesehatan daerah, termasuk upaya penurunan angka stunting.
“Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan target cakupan kesehatan semesta dapat tercapai dan berbagai indikator kesehatan masyarakat, termasuk penurunan stunting, dapat diwujudkan secara berkelanjutan,” katanya.
Pemerintah Kota Banda Aceh juga menegaskan pentingnya penguatan sinergi antar-OPD dalam mendukung program kesehatan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemko Banda Aceh dalam memastikan setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh sehat dan optimal, sekaligus mewujudkan generasi masa depan yang lebih kuat dan berkualitas. (Adv)
Editor: RedaksiReporter: Redaksi











