BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh terus berupaya , mempercepat penanganan stunting sebagai bentuk komitmen pemerintahan Illiza Sa’aduddin Djamal dan Afdhal Khalilullah dalam menyiapkan generasi yang sehat, unggul, dan berkualitas di masa depan.
Walikota Banda Aceh BP3AP2KB Kota Banda Aceh, Tiara Sutari AR menegaskan persoalan stunting harus menjadi perhatian bersama karena berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Menurutnya, penanganan stunting membutuhkan langkah terpadu yang tidak hanya berfokus pada sektor kesehatan, tetapi juga melibatkan aspek sosial, ekonomi, edukasi keluarga, dan lingkungan.
“Kami harus terus berinovasi dan berkolaborasi dalam mewujudkan sistem kesehatan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Tiara, Senin (18/5/2026).
Ia mengatakan, upaya pencegahan stunting menjadi bagian penting dalam pemenuhan indikator pembangunan kesehatan daerah, termasuk peningkatan usia harapan hidup dan penguatan kualitas kesehatan ibu dan anak.
Tiara Sutari AR menyampaikan bahwa pemerintah kota Banda Aceh terus memperkuat berbagai strategi agar target penurunan stunting dapat dicapai secara maksimal.
Menurutnya, kolaborasi antar lembaga dan dukungan seluruh pihak menjadi faktor penting dalam memastikan intervensi yang dilakukan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi lintas sektor, target kesehatan masyarakat termasuk penurunan stunting dapat dicapai secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pemerintah Kota Banda Aceh juga menilai bahwa keberhasilan penanganan stunting memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, perangkat gampong, tenaga kesehatan, hingga organisasi kemasyarakatan.
Melalui penguatan koordinasi dan berbagai program yang terintegrasi, Pemko Banda Aceh berharap setiap anak dapat tumbuh secara optimal sehingga lahir generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing untuk masa depan. (Adv)
Editor: RedaksiReporter: Redaksi














