Home / Advetorial / Banda Aceh / Kesehatan / Pemko Banda Aceh

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:27 WIB

Banda Aceh Nol Kasus Malaria, Pemko Perkuat Pengawasan Cegah Kemunculan Kembali

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal saat diwawancara wartawan. Foto: Dok. Istimewa

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal saat diwawancara wartawan. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh memastikan hingga saat ini wilayah ibu kota Provinsi Aceh masih berstatus bebas malaria atau zero kasus. Meski demikian, upaya pencegahan terus diperkuat agar penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk tersebut tidak kembali muncul di tengah masyarakat.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan penguatan kolaborasi lintas sektor dalam penanganan AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM) menjadi salah satu fokus pemerintah daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga capaian eliminasi malaria sekaligus mengendalikan peningkatan kasus penyakit menular lainnya.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Gelar Pelatihan K3 untuk Rumah Sakit dan Klinik di Aceh

“Kasus malaria saat ini tidak ada atau zero. Tetapi bagaimana kita mencegah agar jangan sampai berkembang kembali di Banda Aceh, itu yang terus kami perkuat,” kata Illiza.

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan status bebas malaria tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Pemerintah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat untuk menjaga lingkungan dan meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan penyakit menular.

“Kami berupaya membangun sistem kesehatan yang lebih responsif dan berkeadilan. Ini sejalan dengan visi Banda Aceh Kolaborasi, karena keberhasilan penanganan AIDS, TBC, dan malaria membutuhkan keterlibatan semua pihak,” ujarnya.

Baca Juga :  Kapolda Aceh Berbaur dengan Masyarakat di Area Masak Kuah Beulangong Jelang Khanduri Ramadhan
Ilustrasi nyamuk gigit manusia yang menjadi penyebab malaria. Foto: Dok. Istimewa

Meski malaria berhasil ditekan hingga nol kasus, Illiza mengingatkan ancaman penyakit menular lainnya masih menjadi pekerjaan rumah yang serius. Ia menyebut kasus TBC di Banda Aceh masih tergolong tinggi, sementara kasus AIDS menunjukkan tren peningkatan sehingga memerlukan penanganan yang lebih terintegrasi.

“Kasus TBC masih cukup tinggi dan kasus AIDS menunjukkan peningkatan. Karena itu, penguatan perencanaan, penganggaran, dan kemitraan lintas sektor menjadi langkah strategis agar layanan kesehatan semakin tangguh,” katanya.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Pemko Banda Aceh juga melibatkan tim PKK, Dinas Pendidikan, para keuchik, tokoh agama, tokoh masyarakat, kader gampong hingga sekolah-sekolah untuk memperkuat edukasi kesehatan kepada masyarakat. Penyampaian informasi kesehatan akan diperluas melalui berbagai saluran, termasuk khutbah dan kegiatan keagamaan.

Baca Juga :  Orang Hutan Hingga The Budi Hentak Music Festival Panggung Koetaradja

Illiza menambahkan, edukasi menjadi kunci penting untuk melawan hoaks dan informasi keliru yang masih berkembang di masyarakat, terutama terkait imunisasi dan pencegahan penyakit menular. “Kita harus terus menjelaskan bahwa imunisasi aman dan penting untuk menyelamatkan nyawa. Perlindungannya bukan hanya untuk individu, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar,” ujarnya. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Apresiasi MTsN 1 Model Masuk Top 10 Nasional

Advetorial

Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan Kota

Advetorial

Illiza: Masyarakat Diberdayakan, Perempuan Harus Melahirkan Pemimpin dan Penggerak Pembangunan

Aceh Besar

Pemkab Apresiasi Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara Polres Aceh Besar

Pemko Banda Aceh

636 Pasukan Oranye Banda Aceh Terima Bingkisan Lebaran dari Bank Aceh Syariah

Advetorial

Khazanah Piasan Nanggroe 2023 Resmi Diluncurkan

Advetorial

Diskop UKM Aceh Luncurkan Buku Lika-liku Membangun Usaha

Advetorial

Dinas Perpustakaan Aceh Gelar Gerakan Aceh Membaca di Aceh Utara, Dorong Budaya Literasi Masyarakat