Banda Aceh – Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh mencatat kenaikan harga sejumlah bahan pangan menjelang tradisi meugang akibat meningkatnya permintaan masyarakat. Fenomena tersebut dinilai sebagai siklus perdagangan tahunan yang terjadi ketika kebutuhan konsumsi rumah tangga melonjak dalam waktu bersamaan.
Kepala Diskopukmdag Kota Banda Aceh, Bukhari, mengatakan tingginya aktivitas belanja masyarakat menjelang meugang membuat sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga di pasar tradisional. Peningkatan permintaan menyebabkan pasokan barang lebih cepat terserap sehingga memengaruhi harga jual di tingkat pedagang.
“Ketika permintaan pasar meningkat dan banyak diminati masyarakat, harga juga ikut naik. Ini terjadi karena kebutuhan masyarakat pada momentum meugang memang jauh lebih tinggi dibanding hari biasa,” kata Bukhari, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, kenaikan harga tidak hanya dipicu oleh tingginya konsumsi harian, tetapi juga karena sebagian masyarakat membeli bahan pangan dalam jumlah lebih banyak untuk persediaan. Kondisi tersebut membuat stok barang di pasar lebih cepat berkurang dan memicu kenaikan harga sejumlah komoditas.
“Ada masyarakat yang membeli melebihi kebutuhan sehari-hari untuk disimpan atau stok. Ketika permintaan meningkat sementara pasokan terbatas, harga otomatis mengalami penyesuaian,” ujarnya.
Berdasarkan pemantauan di Pasar Al Mahira, salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah tomat. Harga tomat yang sebelumnya berada di kisaran Rp15 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp25 ribu per kilogram atau meningkat sekitar 66 persen dalam dua pekan terakhir.
Pedagang Pasar Al Mahira, Fajri, mengatakan kenaikan harga tomat sudah berlangsung sejak dua minggu lalu dan mulai berdampak terhadap pola belanja masyarakat.
“Biasanya Rp15 ribu per kilogram, sekarang sudah Rp25 ribu per kilogram,” katanya.
Sementara itu, harga bawang merah masih relatif stabil dan belum menunjukkan kenaikan berarti. Di pasar tersebut, bawang merah dijual pada kisaran Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.
Bukhari menjelaskan, momentum meugang selalu memberikan dampak besar terhadap aktivitas perdagangan di Banda Aceh. Selain meningkatkan transaksi jual beli di pasar tradisional, perputaran ekonomi masyarakat juga meningkat karena tingginya kebutuhan konsumsi menjelang hari besar keagamaan.
Karena itu, Diskopukmdag terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan barang untuk memastikan distribusi bahan pangan tetap berjalan lancar serta mengantisipasi lonjakan harga yang terlalu tinggi di pasaran.
“Kami terus memonitor perkembangan harga dan pasokan di pasar agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama momentum meugang,” ujarnya.
Ia berharap pasokan bahan pangan dari daerah pemasok tetap stabil sehingga kenaikan harga tidak berlangsung terlalu lama dan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan menjelang Iduladha. (Adv)
Editor: Amiruddin. MK












