Home / Parlementaria

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:36 WIB

Daniel Abdul Wahab: Pembangunan Banda Aceh Butuh Sinergi Legislatif, Eksekutif, dan Masyarakat

mm Redaksi

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Daniel Abdul Wahab menyampaikan materi tentang dukungan legislatif terhadap pembangunan daerah saat menjadi narasumber pada Retret Kepemimpinan Pemerintah Kota Banda Aceh di Mata Ie Resort, Sabang, Senin (18/5/2026). Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Daniel Abdul Wahab menyampaikan materi tentang dukungan legislatif terhadap pembangunan daerah saat menjadi narasumber pada Retret Kepemimpinan Pemerintah Kota Banda Aceh di Mata Ie Resort, Sabang, Senin (18/5/2026). Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Banda Aceh – Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, menegaskan bahwa pembangunan Kota Banda Aceh membutuhkan kolaborasi yang kuat antara legislatif, eksekutif, dunia usaha, dan masyarakat. Menurutnya, berbagai tantangan pembangunan tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan memerlukan sinergi lintas sektor yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Daniel saat menjadi narasumber dalam Retret Kepemimpinan Pemerintah Kota Banda Aceh yang berlangsung di Mata Ie Resort, Sabang, Senin (18/5/2026).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal itu diikuti para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh sebagai bagian dari upaya memperkuat arah pembangunan daerah ke depan.

Baca Juga :  Kunker Komisi VII DPR, BHS Kunjungi Pabrik Pakan Ternak JAPFA Provinsi Lampung

Dalam kesempatan tersebut, Daniel mewakili unsur pimpinan DPRK Banda Aceh memaparkan dukungan legislatif terhadap pelaksanaan program pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah kota.

Ia menjelaskan, Banda Aceh saat ini menghadapi sejumlah tantangan strategis, mulai dari penguatan syariat Islam, penataan kota yang inklusif, peningkatan pertumbuhan ekonomi, penanganan banjir, hingga persoalan sampah yang membutuhkan solusi berkelanjutan.

Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan sektor pendidikan dan sumber daya manusia, serta pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif juga menjadi fokus penting dalam pembangunan daerah.

Menurut Daniel, pemerintah daerah saat ini dihadapkan pada ekspektasi masyarakat yang terus meningkat, sementara kapasitas anggaran daerah memiliki keterbatasan. Karena itu, setiap program harus benar-benar diarahkan pada kebutuhan prioritas masyarakat.

Baca Juga :  Komisi II DPRA dan DKP Aceh Tinjau Dermaga Pelabuhan di Aceh Selatan yang Sudah Dangkal

“Pembangunan Banda Aceh tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi yang solid antara Forkopimda, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar Daniel.

Politisi Partai NasDem tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan hanya dapat dicapai melalui kerja sama yang erat antarsemua pemangku kepentingan.

“Pembangunan yang berhasil lahir dari kolaborasi, bukan kompetisi,” tegasnya.

Ia juga menilai kemajuan daerah tidak ditentukan oleh banyaknya gagasan yang disampaikan, melainkan oleh keberanian mengambil keputusan dan konsistensi dalam menjalankan program yang telah direncanakan.

Menurutnya, ketika legislatif dan eksekutif berjalan dalam satu visi yang sama, pembangunan akan berlangsung lebih cepat, kuat, dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga :  Daniel Abdul Wahab Minta Pemerintah Aceh Tinjau Ulang Kebijakan JKA Demi Keadilan Kesehatan

Daniel turut menegaskan bahwa fungsi pengawasan DPRK bukan untuk mencari kesalahan pemerintah, melainkan memastikan setiap program pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Perbedaan tidak boleh menghambat kepentingan warga,” katanya.

Melalui forum retret kepemimpinan tersebut, diharapkan terbangun kesamaan visi dan penguatan sinergi antara legislatif, eksekutif, serta seluruh elemen daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan Kota Banda Aceh ke depan.

Menutup pemaparannya, Daniel mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga kebersamaan demi mewujudkan Banda Aceh yang lebih maju, tertata, dan sejahtera dalam bingkai syariat Islam.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Parlementaria

Sabur Ajak Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Mall, Bebas Pilih Sesuka Hati

Ekbis

Daya Saing dan Iklim Investasi Aceh Dibahas, Kepercayaan Investor Jadi Kunci

Parlementaria

Tgk. M. Nizar Resmi Mengucapkan Sumpah/Jani sebagai Anggota DPRA Pengganti Waled Nura

Parlementaria

Tanam 10 Ribu Mangrove Melalui Program Green Policing, Kapolda Aceh Diapresiasi Anggota DPR RI Nasir Jamil

Aceh Barat Daya

Tujuh Bulan Gaji PW Guru Belum Cair, Komisi IV DPRK Abdya Desak Dinas Terkait Transparan 

Parlementaria

Harap Libatkan Berbagai Stakeholder Terkait Rumoh Geudong, Ketua DPRK Pidie Sampaikan Beberapa Hal

Parlementaria

Empat Pimpinan DPRA Priode 2024-2029 Ditetapkan dan Diusul ke Kemendagri

Parlementaria

Wacana Revisi LKS Menguak, Pon Yahya : Salah Satu Bentuk Pertimbangan Masuk Insvestor Ke Aceh