Aceh Barat Daya – Yayasan Ar Rahul Jadid, salah satu Yayasan mitra sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyatakan komitmennya mendukung arahan Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Dr. Safaruddin.
Pimpinan Yayasan Ar Rahul Jadid, Ustadz Wahyudi Satria, mengatakan pihaknya sejak awal telah memprioritaskan produk lokal sebagai bahan baku penyediaan makanan bergizi.
Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya mendukung keberhasilan program MBG, tetapi juga membantu meningkatkan pendapatan petani dan nelayan di Abdya.
“Kami sebagai mitra sangat mendukung permintaan Bapak Bupati untuk mengutamakan produk lokal,” kata Wahyudi, Rabu (5/8/2026).
Ia menjelaskan, saat ini penggunaan bahan baku di dapur SPPG Yayasan Ar Rahul Jadid 90 persen berasal dari produksi lokal.
Pemasokan komoditas seperti beras, ikan, telur, dan sejumlah bahan pangan lainnya rutin dari pelaku usaha di Abdya.
Namun, Wahyudi mengakui pihaknya masih menghadapi kendala dalam memenuhi kebutuhan sayur dan buah sepenuhnya dari daerah sendiri karena ketersediaan produksinya belum mencukupi.
“Alhamdulillah, lebih dari 90 persen menu utama sudah menggunakan produk lokal. Akan tetapi, untuk sayur dan buah kami masih kesulitan memperoleh pasokan yang seluruhnya berasal dari produksi lokal,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Abdya, Dr. Safaruddin, mengajak seluruh dapur SPPG menjadikan produk lokal sebagai sumber utama bahan pangan.
Ajakan tersebut saat meninjau dapur SPPG milik Yayasan Ar Rahul Jadid Aceh di Desa Kepala Bandar, Kecamatan Blangpidie, Rabu (5/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Abdya AKBP Ade Gita Rachmadi ikut mendampingi Safaruddin serta unsur Kejaksaan Negeri, dan Kodim 0110/Abdya.
Safaruddin menegaskan program MBG tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga harus mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
Menurutnya, setiap dapur SPPG memiliki potensi besar menciptakan permintaan terhadap hasil pertanian, perikanan, peternakan, dan produk UMKM lokal.
“Dapur SPPG harus menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Kebutuhan bahan pangan seperti beras, sayuran, telur, ikan, daging hingga buah-buahan dari petani, nelayan, peternak, dan pelaku usaha lokal di Abdya,” ujar Safaruddin.
Ia menambahkan, apabila seluruh kebutuhan dapur SPPG terpenuhi dari hasil produksi daerah, perputaran uang akan tetap berada di Abdya.
Kondisi itu mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka peluang usaha baru, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Safaruddin juga mengajak masyarakat memanfaatkan peluang ekonomi yang lahir dari program MBG dengan membangun usaha di sektor pangan sesuai kebutuhan dapur SPPG.
Selain berdialog dengan pengelola, Safaruddin meninjau fasilitas dapur, proses pengolahan makanan, kebersihan ruangan, dan penerapan standar keamanan pangan.
Ia menekankan kualitas makanan harus tetap menjadi prioritas agar manfaat program MBG benar-benar terasakan olehnpara penerima, khususnya anak-anak sekolah.
Pemerintah Kabupaten Abdya, lanjut Safaruddin, akan terus mendukung pelaksanaan program MBG agar berjalan optimal.
Sekaligus memberi dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM lokal.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar












