Aceh Barat Daya — Deretan penghargaan yang diterima Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dalam berbagai bidang kembali mendapat sorotan.
Di tengah capaian tersebut, masih muncul pertanyaan tentang sejauh mana penghargaan itu berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama warga miskin.
Mantan birokrasi di Abdya, Indra Sukma, bersama sejumlah tokoh masyarakat lainnya menyampaikan sorotan tersebut.
Menurut mereka, penghargaan pemerintah semestinya tidak berhenti pada pencapaian administratif atau seremonial.
Prestasi tersebut harus terlihat melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat dan berkurangnya beban warga yang hidup dalam kondisi sulit.
“Penghargaan itu bagus sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja pemerintah. Tetapi masyarakat tentu ingin melihat dampaknya secara nyata. Jangan sampai prestasi hanya terlihat di atas kertas, sementara di lapangan masih banyak masyarakat yang menjerit karena persoalan ekonomi,” ujar Indra Sukma.
Ia menilai, penghargaan itu memang harus dibanggakan, masyarakat tentu memberikan apresiasi. Namun, Pemerintah juga perlu menunjukkan indikator yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah harus mampu menjawab persoalan mendasar seperti lapangan kerja, daya beli masyarakat, kemiskinan, pelayanan kesehatan, pendidikan serta pembangunan infrastruktur.
“Kalau pemerintah mendapat penghargaan, tentu kita harus bangga. Namun penghargaan itu seharusnya menjadi pemicu untuk bekerja lebih keras, bukan sekadar menjadi pajangan dalam laporan kinerja,” katanya.
Sorotan serupa datang dari tokoh masyarakat Abdya, Darmawi. Ia menilai pemerintah perlu mempersempit jarak antara narasi keberhasilan pembangunan dengan realitas yang masyarakat hadapi sehari-hari.
“Yang masyarakat rasakan itu sederhana. Apakah pendapatan mereka meningkat, apakah anak-anak mereka mendapatkan pendidikan yang layak, apakah pelayanan kesehatan mudah dan apakah kebutuhan dasar semakin terjangkau,” ujarnya.
Ia meminta pemerintah menjadikan penghargaan sebagai bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk memperbaiki program yang belum menyentuh masyarakat secara merata.
Di sisi lain, penghargaan tetap memiliki nilai positif apabila indikator penilaiannya jelas dan program yang mendapat apresiasi memang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, pemerintah perlu mengomunikasikan secara terbuka capaian yang menjadi dasar penghargaan sekaligus menunjukkan dampaknya terhadap masyarakat.
Ia mendorong seluruh penghargaan menjadi pemacu untuk menghadirkan kebijakan yang lebih konkret bagi masyarakat, terutama kelompok miskin dan rentan.
“Prestasi yang paling penting adalah ketika masyarakat merasa hidupnya lebih baik. Itu yang harus menjadi ukuran utama pemerintah,” pungkas Indra Sukma.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar










