Banda Aceh — Semangat anak-anak Banda Aceh tumpah ruah di area Car Free Day (CFD), Minggu pagi (30/8/2026). Kompetisi Sepatu Roda Wali Kota Cup resmi digelar dan diikuti 140 peserta berusia 4 hingga 14 tahun.
Ajang yang digelar dalam rangka semarak kemerdekaan tersebut mempertandingkan tiga kategori utama, yakni Pemula, Standar, serta KUA-KUD atau Kategori Usia Anak hingga Kategori Usia Dini.
Kompetisi berlangsung di lintasan khusus yang dipasang di belakang panggung utama Car Free Day mulai pukul 07.00 WIB. Para peserta tampak antusias mengikuti perlombaan dengan dukungan orang tua dan masyarakat yang hadir.
Saat membuka kegiatan, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengapresiasi antusiasme para peserta dan orang tua. Ia juga memberikan semangat kepada anak-anak yang mengikuti perlombaan.
“Ini bukan hanya lomba, tapi ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat, belajar sportivitas, kesabaran, keseimbangan, disiplin, membiasakan gaya hidup sehat dan rasa percaya diri. Lihat, sejak usia 4 tahun sudah berani tampil,” ujar Illiza.
Menurut Illiza, minat masyarakat terhadap olahraga sepatu roda di Banda Aceh terus menunjukkan perkembangan. Bahkan, olahraga tersebut telah menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sejumlah sekolah di Kota Banda Aceh.
Ia berharap perkembangan tersebut dapat melahirkan atlet-atlet muda yang mampu mengukir prestasi dan membawa nama Banda Aceh hingga tingkat nasional.
“Tentunya kita harapkan dapat melahirkan para skater-skater junior yang insyaAllah mudah-mudahan jadi juara yang bisa mengharumkan nama Kota Banda Aceh hingga ke nasional,” harapnya.
Illiza juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mendukung perkembangan olahraga sepatu roda, termasuk menyiapkan fasilitas yang dapat digunakan sebagai tempat latihan bagi para atlet muda.
“Pemko Banda Aceh akan mendukung dan mempersiapkan lapangan khusus yang menjadi ruang berlatih bagi mereka,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banda Aceh, Reza Kamilin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan rangkaian terakhir dari empat kegiatan yang dilaksanakan Pemko Banda Aceh melalui Dispora dalam rangka semarak kemerdekaan.
Menurutnya, sejumlah nomor dipertandingkan dalam kompetisi tersebut, mulai dari kategori sepatu roda dengan diameter maksimal 100 milimeter, speed KUA putra dan putri, sprint 100 hingga 1.000 meter, serta standar KUA putra dan putri dengan jarak 100 hingga 200 meter.
“Dengan berbagai kategori yang kita lombakan, di antaranya sepatu roda diameter maksimal 100 milimeter, speed KUA putra putri, sprint 100 sampai dengan 1.000 meter, dan standar KUA putra putri 100-200 meter. Sepatu roda juga salah satu cabang olahraga yang sangat bagus pertumbuhannya di Kota Banda Aceh,” jelas Reza.
Sebanyak 140 peserta yang mengikuti kompetisi tersebut tergabung dalam klub sepatu roda Aceh Roller Skate di Banda Aceh. Sebelumnya, rangkaian kompetisi juga telah berlangsung di Taman Ratu Safiatuddin, Kompleks PKA.
Panitia menyiapkan petugas di sejumlah titik, terutama pada area start dan finish, untuk memastikan perlombaan berlangsung tertib dan memperhatikan keselamatan para peserta.
Suasana Car Free Day pun semakin semarak dengan kehadiran para orang tua dan warga yang selesai berolahraga. Mereka ikut memberikan dukungan dari pinggir lintasan ketika para peserta berlomba.
Selain perlombaan, suasana kegiatan juga dimeriahkan dengan musik, tenda sponsor, serta sejumlah booth makanan dari pelaku UMKM.
Kompetisi Sepatu Roda Wali Kota Cup diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan dalam rangka memperingati kemerdekaan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet usia dini sekaligus mendorong budaya hidup sehat dan aktif di kalangan anak-anak Banda Aceh.
Editor: Amiruddin. MK










