Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh mengintervensi pasar daging menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah melalui program Pasar Murah Daging Meugang. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas perdagangan komoditas daging sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah meningkatnya permintaan menjelang tradisi meugang.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh, Iskandar, mengatakan pemerintah menyediakan daging dengan harga khusus Rp150 ribu per kilogram yang dapat dibeli masyarakat di enam lokasi berbeda selama dua hari pelaksanaan.
“Program ini diprioritaskan bagi warga Kota Banda Aceh sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan menjelang Iduladha,” kata Iskandar, Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, meugang selalu menjadi momentum yang memicu lonjakan transaksi perdagangan daging di Banda Aceh. Tingginya permintaan masyarakat menjelang hari raya sering kali berdampak pada kenaikan harga di pasar. Karena itu, kehadiran pasar murah menjadi instrumen pemerintah untuk menyeimbangkan mekanisme pasar agar harga tidak melonjak terlalu tinggi.
“Ketika permintaan meningkat, harga biasanya ikut bergerak naik. Melalui pasar murah, pemerintah hadir untuk menjaga keseimbangan pasar sehingga masyarakat tetap bisa membeli daging dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Pasar murah akan berlangsung selama dua hari, yakni Minggu (24/5/2026) dan Senin (25/5/2026). Pada hari pertama, penjualan daging dilakukan di Gampong Lhong Raya Kecamatan Banda Raya, halaman SD Negeri 56 Lamglumpang Kecamatan Ulee Kareng, serta Jalan Rama Setia Lampaseh Aceh Kecamatan Meuraxa.
Sementara pada hari kedua, masyarakat dapat membeli daging di halaman Kantor Perumda Tirta Daroy Kecamatan Kuta Alam, Jalan Tentara Pelajar eks Suzuya Shopping Centre Kampung Baro Kecamatan Baiturrahman, serta Jalan Rama Setia Lampaseh Aceh Kecamatan Meuraxa.
Iskandar menjelaskan, penyebaran lokasi penjualan dilakukan untuk memperluas akses masyarakat sekaligus menghindari penumpukan pembeli di satu titik. Seluruh kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB hingga persediaan habis.
Selain membantu masyarakat memperoleh daging dengan harga lebih murah, program ini juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah. Komoditas daging termasuk salah satu penyumbang inflasi musiman yang kerap mengalami kenaikan menjelang hari besar keagamaan akibat tingginya aktivitas perdagangan.
Pemerintah berharap intervensi pasar tersebut dapat menjaga pasokan dan harga tetap terkendali sehingga aktivitas perdagangan menjelang Iduladha berlangsung sehat tanpa gejolak harga yang berlebihan.
Program yang diinisiasi Wali Kota Banda Aceh tersebut turut didukung oleh sejumlah mitra strategis, yakni Bank Indonesia, Bank Syariah Indonesia (BSI), Pegadaian, dan LKMS Mahirah Muamalah. Dukungan tersebut diharapkan memperkuat upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi masyarakat sekaligus memastikan tradisi meugang dapat dijalankan tanpa tekanan harga yang tinggi. (Adv)
Editor: Amiruddin. MK











