Home / Pemko Banda Aceh

Selasa, 1 September 2026 - 12:22 WIB

Illiza Dorong Kolaborasi Ekonomi Hijau: Dari Sampah Jadi Peluang Ekonomi

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal meninjau proses pengolahan sampah dan produk daur ulang di KamiKita Community Center, Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (31/8/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal meninjau proses pengolahan sampah dan produk daur ulang di KamiKita Community Center, Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (31/8/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, membuka Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Peluang Kolaborasi Literasi Keuangan dan Ekonomi Hijau Ramah Iklim” di KamiKita Community Center, Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Senin (31/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Illiza meninjau langsung aktivitas pengelolaan limbah yang dilakukan KamiKita, sebuah community center yang bergerak dalam bidang lingkungan hidup, edukasi masyarakat, serta pengelolaan sampah berkelanjutan.

Salah satu program yang dikembangkan KamiKita adalah sistem barter “Sampahmu Rezekiku”. Melalui program tersebut, masyarakat diajak mengumpulkan sampah plastik dan material yang dapat didaur ulang untuk ditukarkan dengan kompos, media tanam maupun bibit tanaman.

Saat berada di lokasi, Illiza melihat langsung berbagai tahapan pengolahan limbah. Mulai dari penggilingan manual, produksi kompos dari limbah rumah tangga, hingga pemanfaatan tutup botol plastik menjadi berbagai produk seperti gantungan kunci, tutup gelas dan kursi.

Baca Juga :  Pemko Banda Aceh Gelar Rapat Koordinasi Jelang Pelantikan Keuchik Serentak 7 Februari 2026

Selain itu, limbah serabut kelapa juga dimanfaatkan menjadi cocofiber yang dapat digunakan untuk kebutuhan tanaman.

Salah satu produk menarik yang dihasilkan KamiKita adalah gantungan kunci berbentuk gajah. Hasil penjualan produk tersebut nantinya akan didonasikan untuk mendukung kegiatan pengajaran gajah yang dilakukan sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Aceh Besar dan daerah lainnya di Aceh.

Illiza mengapresiasi inisiatif tersebut karena dinilai mampu menggabungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami mendukung penuh kegiatan usaha mandiri seperti ini. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga ekonomi. Dari sampah bisa jadi peluang ekonomi besar,” ujar Illiza.

Baca Juga :  Pemko Banda Aceh Gandeng ILO, Wali Kota Buka Pelatihan Parfum untuk UMKM

Menurutnya, pengelolaan sampah harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai ekonomi juga dapat membuka peluang usaha baru.

Illiza mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi produksi sampah dan meningkatkan kesadaran dalam memilah serta memanfaatkan kembali material yang masih memiliki nilai guna.

Ia juga berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas dan pihak terkait dalam pemanfaatan teknologi tepat guna dapat terus dikembangkan sehingga berbagai inovasi pengelolaan lingkungan dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Dalam kesempatan tersebut, Illiza menyebut Banda Aceh mendapat grand prize dari Sumatera Utara sebagai bentuk apresiasi terhadap komunitas yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Baca Juga :  Pasca Banjir Bandang, Wali Kota Banda Aceh Kunjungi Aceh Tamiang dan Pulihkan Pendidikan di SDN 2 Tualang Cut

“Standar bagi investor saat ini adalah bagaimana sebuah bisnis menjaga kelestarian ekosistem. Program daur ulang seperti ini penting agar siklus material terus berputar dan tidak mencemari lingkungan,” tegasnya.

FGD tersebut turut menghadirkan Direktur Riset, Ibu Caroline, sebagai pemateri bersama sejumlah pegiat ekonomi hijau dan lingkungan di Banda Aceh.

Forum tersebut diharapkan menjadi ruang awal untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas dan pelaku usaha dalam mengembangkan ekonomi hijau yang ramah iklim.

Melalui kolaborasi tersebut, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan kota, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi, membuka peluang usaha dan mendorong terwujudnya Banda Aceh yang bersih serta berdaya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Perkuat Kompetensi Nakes, Dinkes Banda Aceh Gelar OJT Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Pasang CCTV di Underpass Beurawe Usai Pencurian Kabel Pompa

Pemko Banda Aceh

Illiza Serahkan SK PPK BLUD kepada 11 Kepala Puskesmas se-Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

TPID Banda Aceh Bergerak Cepat Jaga Stabilitas Harga di Pasaran

Pemko Banda Aceh

FASI Kota Banda Aceh 2026 Resmi Dibuka, Illiza Tekankan Pentingnya Pembinaan Generasi Qurani

Pemko Banda Aceh

Wawalkot Afdhal Serahkan Santunan Rp1,5 Juta untuk Fakir Uzur di Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

Pendopo Wali Kota Banda Aceh Jadi Majelis Ilmu, Illiza Dorong Penguatan Syiar Islam Berkelanjutan

Pemko Banda Aceh

Cegah Stunting Sejak Dini, Banda Aceh Perkuat Pendampingan Ibu Hamil