Banda Aceh – Aldin NL kembali dipercaya memimpin Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Aceh untuk periode 2026-2030. Wartawan senior dari Waspada Aceh itu ditetapkan sebagai ketua dalam Musyawarah Daerah I SMSI Aceh di Banda Aceh, Senin, (31/8/2026).
Pemilihan kali ini menggunakan mekanisme berbeda. Ketua SMSI Aceh tidak lagi dipilih dengan sistem one man one vote, melainkan melalui rapat dewan pimpinan yang terlebih dahulu dipilih dalam forum musyawarah daerah.
Musda yang dipimpin Muhammad Hamzah bersama anggota pimpinan sidang Muhajir Juli dan Dian Fatayati itu menetapkan lima orang sebagai dewan pimpinan. Mereka adalah Aldin NL, Muhammad Hamzah, Sulaiman, Muhammad Saman, dan Muhajir Juli.
Kelima anggota dewan pimpinan kemudian bermusyawarah untuk menentukan ketua. Hasilnya, Aldin NL kembali dipilih memimpin organisasi perusahaan media siber tersebut hingga 2030. Keputusan itu disambut tepuk tangan peserta Musda yang terdiri atas perusahaan pers siber anggota SMSI Aceh.
Setelah terpilih, Aldin akan menyusun kepengurusan baru bersama jajaran dewan pimpinan untuk menjalankan organisasi selama empat tahun ke depan.
Ketua Sidang Musda I SMSI Aceh, Muhammad Hamzah, mengatakan seluruh rangkaian musyawarah berlangsung lancar. Tidak ada keberatan berarti selama proses persidangan.
“Laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2022-2026 juga diterima tanpa catatan,” kata Hamzah, yang juga wartawan senior Aceh.
Menurut Hamzah, pemilihan Aldin merupakan hasil kesepakatan dewan pimpinan setelah melalui pembahasan dalam forum musyawarah. “Alhamdulillah, prosesnya berjalan lancar. Tidak ada kendala apa pun. Akhirnya terpilih lagi Aldin sebagai Ketua SMSI Aceh,” ujarnya.
Dengan keputusan tersebut, Aldin NL melanjutkan kepemimpinannya di SMSI Aceh untuk periode kedua, dengan mandat membentuk struktur kepengurusan baru dan menjalankan program organisasi hingga 2030.
Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita










