Aceh Barat Daya – Kondisi Jalan Komplek Pendidikan Padang Meurante, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), memprihatinkan.
Sejumlah titik badan jalan terlihat berlubang dan mengganggu aktivitas warga, terutama para wali siswa yang setiap hari mengantar anak ke sekolah.
Lubang-lubang tersebut semakin sulit terlihat ketika hujan turun. Genangan air menutup permukaan jalan sehingga pengendara harus lebih berhati-hati saat melintas.
Para wali siswa yang mengantar anak mereka ke sekolah tingkat SD, SMP hingga SMA di kawasan tersebut mengaku terganggu dengan kondisi jalan itu.
“Setiap hari kami lewat di sini untuk mengantar anak sekolah. Kalau hujan, lubangnya tidak kelihatan karena tertutup air,” keluh salah seorang wali siswa, Ilyas warga Pulau Kayu, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut bukan persoalan kecil karena jalan itu menjadi akses utama bagi masyarakat menuju kompleks pendidikan.
“Setiap hari, puluhan bahkan ratusan kendaraan bermotor melintasi jalan tersebut. Arus kendaraan meningkat pada pagi hari ketika para orang tua mengantar anak ke sekolah,” sebutnya.
Senada Ilyas, wali siswa lainnya, Umi Karsum menyebutkan, pengendara harus memperlambat laju kendaraan ketika melewati sejumlah titik berlubang.
“Kondisi itu juga berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor,” kata Umi.
Para wali siswa berharap pemerintah daerah segera turun melihat kondisi jalan tersebut.
Mereka meminta perbaikan tidak menunggu sampai lubang semakin parah atau menimbulkan kecelakaan.
“Jangan tunggu ada korban baru diperbaiki. Ini jalan menuju sekolah dan setiap hari ramai dilalui,” ujar wali siswa lainnya, Zaitar.
Warga menilai akses menuju kawasan pendidikan semestinya mendapat perhatian serius.
Selain menjadi jalur bagi siswa dan guru, jalan tersebut juga menjadi akses masyarakat yang beraktivitas di sekitar kompleks.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar











