Aceh Jaya – Masyarakat Kabupaten Aceh Jaya diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi hingga 9 September 2026.
Imbauan tersebut disampaikan PUSDALOPS PB Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Jaya berdasarkan pemantauan kondisi cuaca serta pembaruan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Dalam laporan yang diterima awak media NOA.co.id, Senin (7/9/2026), Analis Kebencanaan Ahli Madya BPBK Aceh Jaya, Ismail, S.Pd., menyampaikan hingga pukul 20.30 WIB belum terdapat laporan kejadian bencana menonjol di wilayah Aceh Jaya.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi banjir, genangan, longsor, pohon atau dahan tumbang, angin kencang, sambaran petir, kebakaran hutan dan lahan, serta dampak cuaca lainnya.
Berdasarkan pembaruan prakiraan cuaca, hujan ringan berpotensi terjadi di Kecamatan Panga, Teunom dan Pasie Raya. Sementara Kecamatan Krueng Sabee, Setia Bakti, Darul Hikmah, Sampoiniet, Indra Jaya dan Jaya secara umum diprakirakan berawan.
Suhu udara di sejumlah wilayah berada pada kisaran 20–24 derajat Celsius, dengan kelembapan relatif mencapai 99 persen.
Di Kecamatan Jaya, kondisi cuaca pada pukul 20.30 WIB di kawasan Pasar Lamno terpantau berawan dengan suhu 24 derajat Celsius, kelembapan 96 persen, angin sekitar 6,1 kilometer per jam dari arah timur laut dan jarak pandang lebih dari 10 kilometer.
Sedangkan di Gampong Baro tercatat hujan ringan dengan suhu 25 derajat Celsius dan kelembapan 91 persen.
PUSDALOPS mengingatkan peningkatan intensitas hujan dapat memicu banjir, genangan maupun longsor, khususnya di wilayah lereng dan perbukitan.
Hujan yang disertai petir dan angin kencang juga berpotensi menyebabkan pohon maupun dahan tumbang serta mengganggu jaringan listrik. Pengguna jalan diminta berhati-hati karena hujan dapat menyebabkan jalan licin dan mengurangi jarak pandang.
Untuk wilayah pesisir, kondisi di Pelabuhan Calang berdasarkan pembaruan cuaca menunjukkan tinggi gelombang sekitar 0,9 hingga 1,1 meter dan masih dalam kategori rendah.
Masyarakat pesisir, nelayan dan pengguna transportasi laut tetap diminta memperhatikan perkembangan cuaca, angin dan gelombang sebelum melakukan aktivitas.
PUSDALOPS PB BPBK Aceh Jaya bersama seluruh Pos Damkar PB tetap siaga melakukan pemantauan selama 24 jam. Setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti dan diverifikasi untuk memastikan kondisi serta kebutuhan penanganan di lapangan.
Pemantauan dilakukan melalui informasi BMKG, citra satelit Himawari, radar cuaca, fire hotspot dan berbagai kanal komunikasi.
Terkait hotspot, PUSDALOPS mengingatkan bahwa titik panas merupakan indikasi anomali suhu permukaan dan tidak secara otomatis menunjukkan telah terjadi kebakaran.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kejadian bencana.
“Masyarakat untuk tetap berhati-hati, terutama wilayah rawan longsor dan pohon tumbang di daerah Gunung Gurute dan Gunung Cincrang. Kalau ada kebencanaan dapat menghubungi nomor call center +62811-6792-113,” ujar Ismail.
PUSDALOPS PB BPBK Aceh Jaya mengimbau masyarakat memperoleh informasi cuaca dan kebencanaan dari sumber resmi serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Editor: Amiruddin. MKReporter: Sanusi











