Meulaboh – Bupati Aceh Barat Tarmizi, S.P., M.M., memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-67 di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Barat, Senin (14/9/2026).
Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil, S.H., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Sekretaris Daerah Aceh Barat.
Dalam sambutannya, Tarmizi mengatakan bahwa peringatan Hardikda bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan momentum untuk mengevaluasi sejauh mana upaya yang telah dilakukan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memerdekakan pikiran.
“Kemajuan daerah tergantung dari pendidikan. Ini yang menjadi fokus pemerintah pada saat ini. Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat, khususnya Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, sangat fokus pada pendidikan,” kata Tarmizi.
Ia menegaskan bahwa seluruh manajemen pendidikan di Aceh Barat harus segera dibenahi, baik di lingkungan Dinas Pendidikan maupun di seluruh satuan pendidikan.
Tarmizi juga meminta adanya inovasi dan terobosan dalam pengelolaan pendidikan. Ia menginstruksikan agar kepala sekolah berstatus Pelaksana Tugas (Plt.) yang telah mendapatkan Pertek segera dilantik.
Selain itu, ia meminta proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) kepala sekolah dilaksanakan secara terbuka dan dapat diikuti oleh semua pihak yang memenuhi persyaratan, tanpa lobi maupun titipan.
“Harus ada inovasi dan terobosan-terobosan. Kadis dan seluruh jajaran kami ingatkan segera lantik kepala sekolah yang Plt. yang sudah keluar Pertek-nya. Kemudian buka JPT kepala sekolah secara terbuka yang bisa diikuti oleh semua orang dan tanpa ada lobi-lobi dan tanpa adanya titipan,” tegasnya.
Bupati Aceh Barat tersebut juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang mempersulit atau melakukan pungutan liar (pungli) terhadap guru maupun kepala sekolah, terutama mereka yang bertugas di daerah terpencil.
Ia menegaskan bahwa tindakan pungli tidak akan ditoleransi dan dapat berhadapan langsung dengan dirinya.
Dalam kesempatan tersebut, Tarmizi menyampaikan instruksi agar seluruh siswa di Aceh Barat mengikuti kegiatan mengaji selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu mengetahui kemampuan mengaji para siswa sekaligus menjadi bagian dari fokus peningkatan pendidikan keagamaan di sekolah.
“Mulai sekarang sesuai dengan instruksi gubernur dan instruksi bupati, setiap 15 menit mau belajar siswa harus mengaji semuanya. Di sana akan ketahuan mana siswa yang tidak bisa mengaji dan itu juga akan menjadi fokus kita ke depan. Kita ingin semua siswa bisa mengaji,” ujar Tarmizi.
Selain itu, ia meminta seluruh sekolah di Aceh Barat mulai melaksanakan salat berjamaah bersama guru dan siswa setiap hari.
Tarmizi juga menekankan pentingnya pembenahan fasilitas sekolah. Ia menargetkan agar pada tahun depan seluruh sekolah telah memiliki musala, akses air bersih, dan toilet yang memadai.
Bupati Aceh Barat turut mengingatkan seluruh guru agar mampu menjadi teladan yang baik bagi para siswa. Menurutnya, kepribadian dan perilaku pendidik memiliki pengaruh penting dalam proses pembentukan karakter peserta didik.
“Kami ingatkan kepada seluruh guru yang ada di Aceh Barat, pertama kami pesan, kami mohon dan kami tegaskan, jadilah teladan yang baik karena siswa akan lebih fokus melihat kepribadian dan tingkah laku dari orang yang mendidiknya. Maka, keteladanan menjadi penting,” ujarnya.
Editor: Amiruddin. MK










