Home / Advetorial

Jumat, 28 Januari 2022 - 12:19 WIB

PT Pupuk Dukung Aparat Hukum Berantas Mafia Pupuk Bersubsidi

mm Redaksi

NOA | Pemberantasan kartel mafia pupuk oleh kejaksaan dan kepolisian harus didukung semua pihak. Komisaris Utama PT Mega Eltra (anak perusahaan PT Pupuk Indonesia) Immanuel Ebenezer menilai praktik kartel mafia pupuk telah banyak merugikan petani.

“Pupuk Indonesia juga dirugikan. Padahal kita sudah memperingatkan keras agar tidak ada karyawan dan petinggi Pupuk Indonesia terlibat di kejahatan penggelapan pupuk ini,” tandas aktivis 98 ini lewat pernyataan resmi, Jumat (28/1).

Karena itu lanjut Noel, pihaknya meminta para pelaku penyelewengan pupuk bersubsidi, baik itu oknum distributor, kios, dan petani itu sendiri ditindak tegas aparat hukum.Noel juga mendesak para oknum seperti  joki, pengepul ataupun pihak-pihak yang memperoleh pupuk bersubsidi secara illegal ditangkap.

Baca Juga :  Gua Tujoh Wisata Sejarah Tak Terlupakan 

“Pupuk Indonesia harus berani menindak tegas dan memecat jika ada distributornya yang terlibat praktik-praktik tidak baik ini.  Aparat hukum harus masuk menyelidiki. Jangan ragu untuk mengawasi kejahatan ini,” tandas Ketua Relawan Jokowi ini.

Dirinya  meminta pemerintah dan aparat hukum untuk meningkatkan pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi di daerah-daerah. Terutama pada saat pupuk sudah berada di level kios dan petani. Pasalnya, pengawasan di level tersebut sangat kurang dan sulit diawasi.

Baca Juga :  Vaksinasi Massal Pemerintah Aceh Tembus Angka 95 Ribu

“Kalau  distribusi saat masih dari pabrik ke gudang-gudang milik produsen pupuk relative mudah diawasi karena sudah mempunyai sistem yang baik. Problem itu saat keluar dari gudang menuju petani,” tandasnya.

Di sisi lain, ia mengusulkan digitalisasi dalam penyaluran pupuk. Ia meyakini PT Pupuk Indonesia memliki kemampuan membuat sistem baru berbasis teknologi digital sehingga memudahkan pendataan dan penyaluran pupuk agar lebih akurat.

Baca Juga :  Masjid Raya Ruhama Takengon Aceh Tengah, Pesona Kubah Berukir Kerawang Jadi Daya Tarik

Sebelumnya, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menginstruksikan satuan kerja Kejaksaan untuk melaksanakan Operasi Intelijen dalam rangka memberantas mafia pupuk. “Ungkap adanya mafia pupuk, rakyat butuh keberadaan pupuk,” kata Burhanuddin.

Sementara, aparat Kepolisian Resor Nganjuk, Jawa Timur, menangkap tiga orang yang terlibat dalam kasus penyalahgunaan pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Nganjuk dengan total barang bukti sebanyak 111,5 ton pupuk bersubsidi dengan berbagai jenis. (R)

Share :

Baca Juga

Advetorial

Disperindagkop dan UKM Kabupaten Simeulue Dukung UMKM dengan Akses Modal

Advetorial

Yuk Malam Mingguan di Taman Budaya, Ada Pentas Aceh Milenial

Advetorial

Pasar Murah Daging Meugang Jadi Program Rutin Pemko Banda Aceh Jaga Daya Beli Warga

Advetorial

Koleksi 200 Ribu Judul, Pustaka Wilayah Aceh Masih Jadi Pilihan Utama

Advetorial

Batu Batupang Wisata Batu Yang Melegenda di Bibir Pantai Aceh Selatan

Advetorial

Aceh Ajak Perwakilan Negara Sahabat Kolaborasi di PKA ke-8

Advetorial

Masjid Raya Ruhama Takengon Aceh Tengah, Pesona Kubah Berukir Kerawang Jadi Daya Tarik

Advetorial

Daya Beli Warga Tertekan, Harga Cabai di Banda Aceh Melonjak hingga 50 Persen