Home / Ekbis

Selasa, 7 Mei 2024 - 17:21 WIB

Ekonomi Tumbuh, Tapi Daya Beli Terganggu

Redaksi

Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto. (Foto/Rio/NOA.co.id)

Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto. (Foto/Rio/NOA.co.id)

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,11% pada kuartal I-2024. Meski demikian, tren daya beli masyarakat cenderung menurun sejak kuartal IV-2023 hingga kuartal I-2024.

“Ada beberapa hal yang berpengaruh terhadap daya beli, yang pertama mungkin dari sisi inflasi memang kalau kita lihat sepanjang bulan Januari dan Februari itu ada kecenderungan harga-harga bahan pokok seperti beras, gula pasir, daging ayam dan sapi itu mengalami kenaikan,” beber Rully saat dijumpai di BEI, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (7/5/2024).

Baca Juga :  Market Share Perbankan Syariah Terus Meningkat, Laba BSI Tumbuh 31%

Dia menerangkan, selain imbas dari gejolak harga komoditas makanan (volatile food), penurunan daya beli ini disebabkan oleh tingkat suku bunga yang tinggi dan imported inflation ketika nilai tukar rupiah melemah. Pasalnya saat rupiah melemah, harga barang-barang konsumsi turut mengikuti dan mengalami lonjakan.

Menurut Rully, pelemahan daya beli ini terjadi cukup merata di seluruh kalangan, baik dari kalangan menengah ke bawah maupun ke atas. Namun selama ini, pemerintah telah menggelontorkan dana untuk bantuan sosial (bansos) yang cukup membantu kalangan menengah ke bawah. Hanya saja, yang kurang diperhatikan adalah masyarakat dari kalangan menengah.

Baca Juga :  Hadapi Mudik Lebaran, BSI Region Aceh Siapkan Uang Tunai Rp 1,6 Triliun

“Jadi memang mungkin yang sedikit diuntungkan dari kebijakan pemerintah selama ini adalah dari kelas bawah dan kelas atas sehingga mungkin kelas menengahnya agak sedikit harus berusaha lebih keras istilahnya,” sebut dia.

Baca Juga :  Sosialisasikan Sukuk Saving Gold Program, BSI Aceh Gelar Priority Gathering

Untuk itu, Rully menegaskan bahwa pemerintah perlu menaruh perhatian kepada kelas menengah yang bisa dilakukan dengan beberapa hal. Misalnya, melalui peningkatan infrastruktur atau fasilitas seperti transportasi umum supaya dapat mendukung eskalasi aktivitas ekonomi di kalangan menengah.

“Jadi aktivitas ekonominya bisa meningkat bisa lebih nyaman apalagi dengan adanya berbagai pembangunan jalan tol dari Jawa, Surabaya dan trans Sumatera, Sulawesi itu bisa meningkatkan aktivitas ekonomi kalangan menengah,” pungkas Rully.

Reporter: Rio

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Ekbis

Sumatera Barat Juara Ekonomi Syariah 2024 Kategori Industri Halal

Daerah

Pemkab Pidie Teken Kesepakatan Ganti Untung Tol

Ekbis

Bhayangkara Fest 2024 Bantu Pelaku UMKM Tingkatkan Penjualan

Ekbis

BSI Gelar Kuliah Umum Terkait Literasi Perbankan Syariah

Ekbis

BSI Siap Berikan Layanan Terbaik untuk PON XXI Aceh Sumut 2024

Ekbis

Dukung Pengembangan Usaha Mikro, BSI Siap Salurkan 16 Triliun KUR Syariah di 2024

Ekbis

Muzakarah Saudagar Aceh Dorong UMKM Tembus Pasar Global

Ekbis

Aceh Sharia Economic & Investment Outlook 2026: Menjaga Momentum, Memperkuat Nilai, dan Membangun Sumber Pertumbuhan Baru