Home / Aceh Besar / Daerah

Jumat, 5 Juli 2024 - 11:48 WIB

Puluhan Hektar Sawah di Aceh Besar Terancam Gagal Panen

mm Redaksi

Sebagian sawah di Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar tidak sempat melakukan penanam padi setelah dibajak, karena kekeringan. Foto: Hidayat S/Noa.co.id

Sebagian sawah di Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar tidak sempat melakukan penanam padi setelah dibajak, karena kekeringan. Foto: Hidayat S/Noa.co.id

Banda Aceh – Puluhan hektar area sawah di Kecamatan Darul Kamal, Kabupaten Aceh Besar terancam gagal panen akibat kekeringan. Kondisi itu sudah terjadi sejak bulan Mei 2024, masyarakat setempat mengaku pasrah menghadapi peristiwa tersebut.

Salah seorang warga Desa Biluy, Kecamatan Darul Kamal Rafar kepada RRI mengatakan, kondisi petani di desanya sangat memprihatikan. “Air dari irigasi yang bersumber di Indrapuri, tidak sampai ke daerah kami,” sebut Rafar, Kamis (4/7/2024).

Dijelaskan Rafar, sebenarnya area persawahan di daerahnya merupakan sawah tadah hujan yang hanya dapat dilakukan penanaman padi setahun sekali. Menurutnya, apabila debit air dari Indrapuri melimpah, baru dapat mangairi persawahan di wilayah Darul Kamal.

Baca Juga :  Wakili Pj Bupati, Sekda Aceh Besar Hadiri Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi DPRK Aceh Besar Raqan Pertanggungjawaban APBK 2023

Rafar yang juga pensiun pegawai RRI Banda Aceh mengatakan, sebagaian area persawahan didaerah tersebut tidak melakukan penanaman padi. Hal tersebut seiring himbauan dari pihak Dinas Pertanian Aceh Besar, tentang perkiraan kemarau dan kekeringan yang akan melanda.

Disebutkannya, petani padi disarankan untuk mengganti tanaman padi dengan komoditas lain, seperti jagung dan kedelai untuk menghindari gagal panen. Pantauan RRI di lokasi, terlihat sebagian tanaman padi petani mulai menguning pertanda kekurangan air.

Baca Juga :  Aceh Barat Terbaik ke-2 Nasional Kategori Pengendalian Inflasi

Selain itu, kondisi sejumlah sawah disana tanahnya mulai mengeras dan retak-retak, akibat tidak adanya air karena kekeringan tersebut. Meminimalisir ancaman gagal panen, sebagian masyarakat juga terlihat melakukan pengairan sawahnya dengan menggunakan mesin pompa air.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Aceh, Muhajir mengatakan, sebagian besar wilayah Aceh, mengalami puncak musim kemarau pada Juni dan Juli 2024. Perubahan iklim ini terjadi diakibatkan oleh El Nino yang menyebabkan minimnya curah hujan yang memicu terjadinya kekeringan.

Baca Juga :  Penilaian KTL Pidie Jaya oleh Korlantas Polri dan Dirlantas Polda Aceh

Dijelaskan Muhajir, pola iklim di Aceh tidak semua sama, suhu antara wilayah barat dan Utara Aceh memiliki perbedaan. Wilayah pesisir Barat dan Selatan Aceh jumlah peluang hujan lebih tinggi sepanjang tahun. Sementara untuk wilayah Banda Aceh hingga Tamiang mulai Juni mengalami curah hujan yang lebih sedikit.

Penulis: Hidayat S

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Sejumlah Proyek di Abdya Dikerjakan Kurang Volume

Daerah

Kapolres Aceh Singkil : Saya bangga dan senang atas kinerja anggota saya  

Aceh Besar

Wabup Aceh Besar Ajak ASN Tingkatkan Ibadah dan Disiplin

Daerah

Dukung Pelaksanaan PON XXI, Aceh Barat Bangga Jadi Tuan Rumah

Daerah

HUT Ke-72, Bank Indonesia Aceh Gelar Tasyakuran dan Donor Darah Bersama

Banda Aceh

Bappeda Banda Aceh Gelar Sosialisasi Penyusunan Data Ansit untuk Percepatan Penurunan Stunting

Daerah

DSI Aceh Gerak Cepat Beri Bantuan bagi Warga dan Dai Terdampak Bencana

Daerah

Bakamla RI Kirim 70 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Sumatra