Home / Internasional / Peristiwa

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 19:13 WIB

KBRI Beirut Berhasil Evakuasi 14 WNI dari Lebanon

mm Redaksi

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha (Pertama Kiri) saat bersama 14 WNI yang dievakuasi dari Lebanon dan tiba dengan selamat di tanah air, Kamis (10/10/2024). (Foto : Humas Kemlu RI).

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha (Pertama Kiri) saat bersama 14 WNI yang dievakuasi dari Lebanon dan tiba dengan selamat di tanah air, Kamis (10/10/2024). (Foto : Humas Kemlu RI).

Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia (RI) kembali berhasil mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdampak konflik di kawasan Timur Tengah. Pada tanggal 9 Oktober 2024, sejumlah 14 WNI dievakuasi dari Lebanon dan tiba dengan selamat di tanah air, Kamis (10/10).

“Upaya tersebut merupakan gelombang keenam dari rangkaian bantuan WNI di Lebanon. Pasca-ketibaan tersebut, para WNI dipulangkan ke daerah asalnya dengan dukungan dari kementerian/lembaga/instansi terkait,” Kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, Sabtu 12 Oktober 2024.

Ia menjelaskan, Evakuasi gelombang keenam tersebut dilakukan melalui jalur udara dengan rute penerbangan dari Beirut menuju Jakarta dengan titik transit di Jeddah (Arab Saudi) dan Dubai (Persatuan Emirat Arab).

Baca Juga :  Empat Unit Rumah Terbakar di Lhokseumawe

“Di antara keempat belas WNI tersebut, 10 orang merupakan laki-laki dan 4 orang adalah perempuan. Para WNI berasal dari beberapa daerah di Indonesia, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali” Terangnya.

Diketahui, Pemerintah RI telah mengevakuasi 65 WNI dan 1 WNA dalam lima gelombang mengimbau pada tanggal 10 Agustus 2024, 18 Agustus 2024, 28 Agustus 2024, 2 Oktober 2024, dan 3 Oktober 2024. Dengan demikian, total jumlah warga yang berhasil dievakuasi dari Lebanon oleh Pemerintah RI adalah 79 WNI dan 1 WNA.

Baca Juga :  Menlu Retno Kunjungi SD di Perbatasan Wutung yang Direnovasi oleh Pemri

Saat ini, jumlah WNI yang masih berada di Lebanon sebanyak 85 orang. Sebanyak 17 WNI yang berprofesi sebagai pekerja migran dan diaspora yang menikah dengan WNA sebelumya telah kembali secara mandiri, baik dengan biaya perusahaan maupun pribadi.

Sebelumnya, KBRI Beirut menetapkan status Siaga I untuk seluruh wilayah Lebanon sejak tanggal 4 Agustus 2024. Koordinasi intensif untuk menetapkan Rencana Kontingensi, termasuk rute bantuan telah dilakukan dengan melibatkan seluruh Perwakilan RI terkait, termasuk KBRI Amman, KBRI Beirut, KBRI Damaskus, KBRI Kairo, dan KBRI Roma.

Baca Juga :  15 Hektare Lahan Terbakar di Aceh Besar

“Kementerian Luar Negeri RI terus mengimbau agar WNI tetap meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi yang rawan maupun kepadatan massal, meminimalkan pergerakan yang tidak perlu, mengikuti Arah kontingensi dari Perwakilan RI terkait, dan bagi WNI yang memiliki rencana perjalanan ke wilayah-wilayah rawan, seperti Iran, Israel, Lebanon, Palestina, Suriah, serta Yaman, agar dapat mempertahankannya hingga situasi aman.” Tutup Judha.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Nasional

Prabowo Ingin Evakuasi Warga Gaza, Ma’ruf Amin: Kalau Sulit, Kita Bisa Kirim Bantuan

Peristiwa

Tiga Bocah Tenggelam di Pantai Tanoh Anoe Aceh Utara

Hukrim

Imigrasi Jaring 43 WNA yang Bekerja di Kelab Malam

Banda Aceh

Listrik Mati-Hidup Dua Hari, Prof. TM. Jamil : Jangan Jadikan Rakyat Korban dari Buruknya Pelayanan Publik

Internasional

China Lakukan Latihan Militer Usai Pelantikan Presiden Taiwan

Internasional

Imbas Kebijakan Trump, KJRI Los Angeles lakukan pendampingan 2 WNI yang ditangkap

Peristiwa

70 Persen Kebakaran Dipicu Listrik, Damkar Banda Aceh Gencarkan Edukasi Kesadaran Masyarakat

Internasional

Kemlu RI bersama KBRI Phnom Penh terus kawal penanganan WNI yang meninggal dunia di Kamboja