Home / Daerah / Pendidikan

Selasa, 21 Januari 2025 - 21:10 WIB

Dinas Pendidikan Aceh Mantapkan Persiapan Hadapi UTBK SNBT 2025

mm Redaksi

Dinas Pendidikan Aceh Mantapkan Persiapan Hadapi UTBK SNBT 2025. Foto: Dok. Disdik Aceh

Dinas Pendidikan Aceh Mantapkan Persiapan Hadapi UTBK SNBT 2025. Foto: Dok. Disdik Aceh

Banda Aceh – Dalam upaya menyukseskan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2025, Dinas Pendidikan Aceh menggelar pertemuan strategis secara daring pada Senin (20/1/2025). Acara yang berlangsung melalui Zoom ini melibatkan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin), kepala sekolah SMA, dan guru Bimbingan Konseling (BK) dari seluruh Aceh.

Kegiatan dibuka dengan pemaparan dari Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Jhon Abdi, S.Pd., M.Pd yang menjelaskan langkah-langkah persiapan menghadapi SNBT 2025. Ia juga memaparkan hasil simulasi Try Out UTBK yang dilaksanakan pada Desember 2024 di 42 sekolah sampel di seluruh Aceh.

Simulasi ini mengukur tujuh kompetensi utama, yaitu literasi bahasa Indonesia, literasi bahasa Inggris, pemahaman bacaan dan menulis, penalaran matematika, penalaran umum, pengetahuan dan pemahaman umum, serta pengetahuan kuantitatif. Menurut Jhon, hasil simulasi menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa masih rendah, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.

Baca Juga :  Mursal Lewat Lagu "Luka", Sentuh Kalangan Anak Muda Aceh

“Hampir semua sekolah belum mencapai nilai rata-rata 50 persen. Namun, secara individu, beberapa siswa mulai menunjukkan hasil yang membanggakan,” ujarnya. Sebagai tindak lanjut, try out serentak se-Aceh akan kembali diadakan pada Februari dan April 2025 untuk mengevaluasi efektivitas persiapan.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, ST., D.E.A., dalam sambutannya menegaskan pentingnya persiapan yang matang untuk meningkatkan daya saing siswa Aceh secara nasional. Ia menyampaikan bahwa UTBK- SNBT menjadi indikator keberhasilan pendidikan di Aceh.

Baca Juga :  Disdik Gelar Rapat Koordinasi dengan MPD: Kolaborasi Menuju Pendidikan Aceh yang Lebih Baik

“Target kita adalah masuk 10 besar nasional pada tahun 2027. Persiapan ini harus dimulai dari sekarang dengan strategi yang terukur,” ungkap Marthunis.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, guru, dan Dinas Pendidikan. “Peningkatan nilai UTBK tidak bisa dilakukan secara individu. Dinas Pendidikan bersama Cabdin akan mendukung peningkatan kapasitas guru melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan pelatihan khusus,” tambahnya.

Marthunis berharap peran guru BK dapat dioptimalkan untuk memetakan potensi siswa dan memotivasi mereka menghadapi ujian. “Kita harus bekerja bersama dan mengatasi setiap kendala dengan komunikasi yang baik. Dengan niat yang tulus, saya yakin siswa Aceh bisa mencapai kesuksesan,” katanya.

Baca Juga :  Polres Lhokseumawe Intensifkan Patroli Presisi Cegah Kenakalan Remaja

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, Muksalmina, S.Pd., M.Si., dalam kesempatan yang sama memberikan pembekalan tentang strategi penguatan materi SNBT kepada guru. Sementara itu, Dr. Hendra Syahputra mengingatkan pentingnya memahami bakat dan minat siswa untuk membantu mereka merancang masa depan yang sesuai.

Dinas Pendidikan Aceh optimis, dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang solid, siswa Aceh akan mampu bersaing di tingkat nasional, melangkah ke perguruan tinggi favorit, dan meraih masa depan yang cerah.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Bunda PAUD Aceh Ajak Orang Tua Biasakan Anak Gemar Makan Ikan

Daerah

Kolaborasi Pj Gubernur dan DPRA : Pengesahan APBA tercepat sepanjang sejarah

Daerah

Pj Gubernur Safrizal Serahkan Rancangan Perubahan APBA 2024 ke DPRA

Aceh Besar

Wakili Pj Bupati, Sekda Sulaimi Buka Rakor Netralitas Pilkada 2024

Aceh Barat

Pj Bupati Aceh Barat Lantik 34 Pejabat Administrator

Daerah

Sutarmi Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Hidrometeorologi di Bener Meriah

Daerah

Ichsan ST Resmi Dilantik Sebagai Ketua DPW Gibran Center Aceh

Daerah

BSI Gerak Cepat Pulihkan 145 Outlet di Aceh, Fasilitasi Penukaran Uang Rusak Milik Korban Banjir