Home / Nasional / Pemerintah

Selasa, 3 Juni 2025 - 16:18 WIB

Kementrian P2MI : Kolaborasi Kunci cegah PMI jadi korban TPPO

mm Redaksi

Menteri Karding (Tengah) Minta Kongres Advokat Indonesia Bantu Pekerja Migran dari Hukum hingga Edukasi, Jakarta, Selasa (27/5/2025). (Foto : NOA.co.id/HO-KemenP2MI).

Menteri Karding (Tengah) Minta Kongres Advokat Indonesia Bantu Pekerja Migran dari Hukum hingga Edukasi, Jakarta, Selasa (27/5/2025). (Foto : NOA.co.id/HO-KemenP2MI).

Padang – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menyebut kolaborasi dan komitmen yang kuat antarinstansi menjadi kunci utama untuk mencegah Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), Selasa.

“Kita harus bekerja sama mencegah TPPO ini. Baik itu Kementerian P2MI, imigrasi, kepolisian pemerintah daerah hingga masyarakat di kalangan akar rumput,” kata Menteri P2MI Abdul Kadir Karding, 3 Juni 2025.

Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan Tarif Listrik Tidak Naik, PLN Siap Beri Pelayanan Optimal

Ia menambahkan, Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui regulasi satu pintu terhadap PMI yang akan bekerja ke luar negeri. Kemudian, pemerintah tingkat kabupaten dan kota hingga desa dan kelurahan juga didorong membuat kebijakan yang mengatur agar tidak ada masyarakat yang berangkat secara ilegal.

Pada kesempatan itu, ia tidak menampik masih banyak pihak yang menawarkan lowongan kerja ke luar negeri berkaitan dengan aktivitas judi online. Untuk memberantas praktik itu, Kementerian P2MI bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, Polri hingga Badan Siber dan Sandi Negara untuk memblokir situs yang menawarkan pekerjaan terkait judi online.

Baca Juga :  Dubes RI Untuk Kamboja Imbau warga lebih Bijak Terima Tawaran Kerja di Luar Negeri

“Kementerian P2MI juga memiliki Direktur Siber yang bekerja mengawasi situs-situs yang menawarkan pekerjaan namun berkaitan dengan judi online,” katanya.

Dalam kunjungan kerjanya ke Ranah Minang, Abdul Kadir juga menyampaikan kementerian yang dipimpinnya mencatat sumbangan devisa dari PMI kepada negara pada 2025 mencapai Rp253,3 triliun.

Baca Juga :  Peserta Aceh Barat Raih Prestasi Gemilang dalam Seleksi MTQ Korpri Tingkat Provinsi Aceh 2023

“Devisa ini naik dari tahun sebelumnya pada angka sekitar Rp250 triliun,” sebut dia.

Ia mengatakan fakta kenaikan devisa dari PMI yang bekerja di luar negeri tersebut disebabkan adanya remitansi yakni pengiriman uang dari satu tempat ke tempat lain, atau dari satu negara ke negara lain.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Nasional

Anev Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas: Terus Jaga Marwah Lewat Pelayanan Humanis

Aceh Barat

Gampong Meureubo Gelar Musdesus Pembentukan Koperasi “Merah Putih”, Dorong Ekonomi Lokal Tahun 2025

Aceh Barat

Tarmizi: Program Student Exchange Bawa Dampak Positif bagi Pelajar Aceh Barat

Aceh Barat

Resepsi HUT ke-81 RI di Aceh Barat, Bupati Tarmizi Apresiasi Paskibraka dan Panitia

Nasional

Kepala BP Haji Ingin Musim Haji Jadi Momen Pertukaran Wisata RI-Saudi

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Buka Lokakarya 7 CGP Angkatan 10 Kabupaten Aceh Besar Tahun 2024

Pemerintah

Pj Gubernur Bustami Sambut Kepulangan Kloter Terakhir Jamaah Haji Aceh 

Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Perketat Pengawasan BBM dan LPG di Meulaboh, SPBU Langgar Aturan Terancam Dicabut Izinnya