Home / Ekbis / Pemerintah

Rabu, 16 Juli 2025 - 23:02 WIB

Budi Arie Sebut Kopdes Merah Putih bisa tekan harga LPG 3 kg jadi Rp18 ribu

mm Redaksi

Gas LPG ukuran tiga kilogram untuk kebutuhan Idul Adha 1445 H di pelabuhan tradisional Ulee Lheue, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (15/6/2024). (Farid Ismullah/NOA.co.id).

Gas LPG ukuran tiga kilogram untuk kebutuhan Idul Adha 1445 H di pelabuhan tradisional Ulee Lheue, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (15/6/2024). (Farid Ismullah/NOA.co.id).

Jakarta – Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengatakan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, harga kebutuhan pokok bisa ditekan, termasuk LPG 3 kg yang bisa turun menjadi sekitar Rp18 ribu.

“Misalnya harga LPG yang saat ini mencapai Rp25 ribu, dengan Kopdes/Kel Merah Putih, harga ini bisa turun menjadi sekitar Rp18 ribu, sehingga masyarakat dapat mengontrol manfaatnya secara langsung,” kata Budi Arie dikutip dari keterangan Kementerian Koperasi, Rabu 16 Juli 2025.

Budi Arie menyebutkan hingga saat ini, lebih dari 81 ribu desa dan kelurahan telah membentuk Kopdes/Kel Merah Putih, dengan sekitar 77.900 di antaranya telah resmi berbadan hukum.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Dukung Program Organisasi Dunia Melayu Dunia Islam

Koperasi-koperasi itu nantinya memiliki berbagai unit usaha, seperti gerai sembako, agen LPG, agen pupuk bersubsidi, klinik dan apotek desa, pergudangan, logistik, hingga unit simpan pinjam.

Budi Arie mengatakan tahap selanjutnya adalah memastikan koperasi yang telah terbentuk dapat beroperasi dan berkembang.

Fokus utama saat ini adalah penguatan kelembagaan dan pengembangan usaha koperasi di lapangan.

Dalam tahap operasional ini, Budi Arie menyebut ada beberapa yang menjadi perhatian, di antaranya peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) koperasi, penentuan model bisnis yang sesuai dengan potensi dan kondisi lokal, serta pendampingan kelembagaan dan usaha.

Baca Juga :  Tanggapi Gas LPG 3 Kg, Menkopolkam : Tekankan Kelancaran Distribusi dan Cegah Penimbunan

Budi Arie juga menyoroti kebutuhan sinergi permodalan dan pembiayaan agar koperasi dapat memiliki alternatif sumber dana yang lebih beragam, tidak hanya bergantung pada modal awal dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Ia juga menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme para pengurus dan pengawas koperasi dalam mengelola koperasi.

Baca Juga :  Jembatan Berlubang Ruas Simpang Lanting Labuhan Bajau Akan Diaspal Akhir Mei

“Bangun kepercayaan melalui keterbukaan, akuntabilitas, dan pelayanan yang dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Keberhasilan koperasi, lanjut dia, bukan hanya dari laporan keuangan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi petani, nelayan, peternak, warung-warung kecil dan warga desa secara keseluruhan.

Selain itu, ia mendorong para pelaku UMKM untuk membentuk koperasi dan bergabung menjadi anggota Kopdes Merah Putih di wilayah masing-masing.

“Koperasi berperan sebagai agregator, konsolidator, dan akselerator UMKM, sehingga usaha mereka dapat lebih terorganisir dan berkembang bersama,” ucap dia.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Internasional

Setelah dari Aceh, Presiden Prabowo Kunjungi Pakistan Bahas Isu Iklim

Pemerintah

Ikuti Retret Akmil Magelang, Bupati Pidie Jaya Siapkan Langkah Strategis untuk Kemajuan Daerah

Daerah

LPJ Rp8,8 Miliar Tak Kunjung Diserahkan, Dua Kali Diingatkan Panwaslih Simeulue Tapi Mangkir

Advetorial

Menyusun Masa Depan Lhokseumawe: Forum Konsultasi Publik RKPK 2026 Digelar

Internasional

Pemprov Aceh Pantau Evakuasi WNI Asal Aceh dari Iran

Aceh Besar

Muharram Idris Lantik dr. Bunaiya Sebagai Direktur RSUD Aceh Besar

Aceh Barat

Wabup Aceh Barat Berharap Mahasiswa Baru di Al-Azhar Kairo Jadi Putra-Putri Terbaik

Parlementaria

DPRA Tentukan 10 Program Prioritas untuk RPJMA 2025-2029