Home / Pemerintah / Peristiwa

Selasa, 22 Juli 2025 - 21:01 WIB

Insiden Kebakaran Kapal Barcelona V, Kemenko Polkam : Alarm bagi kita untuk berbenah

mm Redaksi

Rakor tindak lanjut tragedi kebakaran kapal penumpang KM Barcelona V, Jakarta, Senin (21/7/2025). (NOA.co.id/HO-Kemenko Polkam).

Rakor tindak lanjut tragedi kebakaran kapal penumpang KM Barcelona V, Jakarta, Senin (21/7/2025). (NOA.co.id/HO-Kemenko Polkam).

Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menggelar rapat koordinasi lintas sektor di Jakarta, Senin (21/7).

Dalam rakor tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono melalui Sekretaris Deputi, Frenky E. Riupassa. S.Sos., M.Han menyampaikan bahwa keselamatan pelayaran bukan hanya persoalan teknis, tetapi menyangkut nyawa dan kepercayaan publik. Tragedi terbakarnya KM Barcelona V menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki tata kelola keselamatan transportasi laut secara menyeluruh.

Baca Juga :  Cut Rezky Handayani Hadiri Pengukuhan Bunda Literasi Aceh

“Ini bukan insiden kecil. Ini alarm keras bagi kita semua untuk berbenah. Semua pihak, dari pusat hingga daerah, dari regulator hingga operator, harus satu suara: Keselamatan pelayaran adalah harga mati,” ungkap Frenky Riupassa selaku pimpinan rapat.

Rakor tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut tragedi kebakaran kapal penumpang KM Barcelona V yang terjadi di perairan Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Minggu (20/7/2025).

Rapat berlangsung di Ruang Rapat Raden Wijaya, Kantor Kemenko Polkam, dengan dihadiri perwakilan dari 13 instansi. Beberapa di antaranya Basarnas, Bakamla Zona Tengah, Lantamal VIII Manado, KSOP Manado, Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Utara, Bea dan Cukai, serta unsur pemerintah daerah dan operator pelayaran.

Baca Juga :  Aceh Besar Terima Tambahan Rp 16 M Dana Desa

Diketahui, Kemenko Polkam merupakan Ketua Forum Keamanan, Keselamatan, dan Penegakan Hukum di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia, atau biasa disebut Forum KKPH.

Dalam rakor ini juga terungkap bahwa hasil investigasi awal menyatakan KM Barcelona V mengangkut sekitar 580 orang. Dari jumlah tersebut, 575 orang berhasil diselamatkan, tiga orang meninggal dunia, dan dua orang masih dalam pencarian.

Baca Juga :  Menko Polhukam Ungkap Empat Tantangan Penyelenggaraan Birokrasi di Pemerintahan

Evakuasi para korban dilakukan di berbagai titik, termasuk Pelabuhan Munte, Pulau Gangga, Dermaga Bakamla Serai, dan Pelabuhan Manado. Proses evakuasi yang cepat dan koordinatif juga mendapatkan apresiasi.

Upaya pencarian dua korban yang masih hilang akan terus dilanjutkan oleh tim SAR gabungan, sembari proses investigasi dan audit menyeluruh terhadap operator pelayaran dilakukan oleh instansi terkait.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Wakil Ketua DPRK Simeulue Konsultasi ke DJKN Aceh, Bahas Audit dan Penilaian Aset PDKS

Aceh Barat Daya

Tujuh Bulan Gaji PW Guru Belum Cair, Komisi IV DPRK Abdya Desak Dinas Terkait Transparan 

Aceh Barat

Bupati dan Wabup Aceh Barat Pimpin Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H di Gampong Tungkop

Aceh Barat Daya

Abdya Pecahkan Rekor Dunia Toet Lumang

Daerah

Potensi bencana Hidrometeorologi, Pj Bupati Aceh Barat mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan

Parlementaria

DPRA Fraksi PKB Minta BPK Audit Ulang 22 Paket di Dinas Perkim dan PUPR Aceh

Aceh Besar

Wakili Pj Bupati, Sekda Aceh Besar Dampingi Mendes Kunker ke Pulo Aceh

Hukrim

Pemerintah Mengutuk Keras Aksi Kekerasan di Kabupaten Yahukimo Papua