Home / Internasional / Peristiwa

Sabtu, 26 Juli 2025 - 16:18 WIB

Kamboja Minta Gencatan Senjata Tanpa Syarat

Farid Ismullah

Seekor burung terbang di atas bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa di Palais des Nations, yang merupakan kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, pada 9 Desember 2024. Foto: AFP

Seekor burung terbang di atas bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa di Palais des Nations, yang merupakan kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, pada 9 Desember 2024. Foto: AFP

New York – Kamboja telah menyerukan gencatan senjata segera tanpa syarat dalam pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB mengenai perselisihannya dengan Thailand.

Para anggota DK PBB mendesak kedua belah pihak menahan diri.

Pernyataan Tersebut diungkap Perwakilan Tetap Kamboja untuk PBB, Keo Chhea, pada hari Jumat (25/7).

“Kamboja meminta gencatan senjata segera, tanpa syarat, dan kami juga menyerukan solusi damai untuk perselisihan ini,” ujar Chhea kepada para wartawan.

Baca Juga :  Perkembangan Terkini Situasi Keamanan di Perbatasan Kamboja-Thailand

Ia menjelaskan, Dewan Keamanan meminta kedua belah pihak untuk menahan diri, menahan diri secara maksimal, dan menempuh solusi diplomatik.

Bentrokan antara kedua negara Asia Tenggara ini telah mengakibatkan 32 korban jiwa, baik militer maupun sipil, sementara hampir 200.000 orang terpaksa mengungsi masing-masing pemerintah mengklaim pihak lain yang melepaskan tembakan pertama.

Para pejabat Kamboja melaporkan 12 orang tewas akibat sengketa perbatasan yang sedang berlangsung dengan Thailand. Jumlah korban tewas di kedua belah pihak kini mencapai 32 orang.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Apresiasi Langkah Thailand Bantu RI Atasi TPPO

Perkembangan itu seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa kedua negara tetangga di Asia Tenggara tersebut mungkin akan terjebak dalam konflik yang berkepanjangan.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja, Maly Socheata, mengatakan kepada wartawan pada hari Sabtu (26/7) bahwa tujuh warga sipil dan lima tentara lainnya dipastikan tewas.

Seorang warga Kamboja lainnya sebelumnya dilaporkan tewas ketika roket Thailand menghantam pagoda Buddha tempat ia bersembunyi pada hari Kamis.

Baca Juga :  KBRI Phnom Penh dan Polri Perkuat Sinergi Lindungi WNI di Kamboja

“Setidaknya 50 warga sipil Kamboja dan lebih dari 20 tentara juga terluka,” ungkap juru bicara tersebut.

Thailand telah melaporkan 13 warga sipil – termasuk anak-anak serta enam tentara tewas selama dua hari terakhir pertempuran.

Sebanyak 29 tentara Thailand dan 30 warga sipil juga terluka dalam serangan Kamboja.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Hukrim

Wamenhan Ungkap Peran ASN untuk Tangkal Infiltrasi Asing

Internasional

Kemlu RI Imbau agar WNI tidak lakukan Aktivitas berburu di perbatasan RI-Timor Leste secara ilegal

Internasional

Sekjen PBB kecam serangan Israel terhadap Rumah Sakit Nasser dan Jurnalis di Gaza

Pemerintah

Menko Yusril : Pemerintah Pusat upayakan Penyelesaian terbaik terkait 4 Pulau Aceh-Sumut

Daerah

Bantu Percepatan Pemulihan Provinsi Aceh, Haji Isam Kirim 16 Alat Berat

Peristiwa

TNI AL Selamatkan kapal kargo kayu akibat kerusakan Mesin

Hukrim

Dugaan Korupsi Pembangunan Studio, Kejaksaan Tahan Direktur Umum LPP TVRI

Internasional

Peran Australia Dalam Jalur Repatriasi Imigran Etnis Rohingya